KH Ahmad Satori Ismail: Jangan Jadi Hamba Ramadhan

image

Bekasimedia – Jamaah shalat tarawih malam ke 29, Rabu (15/7/15) di Masjid Al Azhar Jaka Permai Bekasi tetap ramai. Masjid penuh, hal ini diakui oleh jamaah yang menggenapkan itikaf dari malam ke 21, Pajarso, warga Setu Kabupaten Bekasi.

“Malam ini justru lebih penuh jamaahnya, padahal kemarin agak surut,” ujar lelaki yang rutin beritikaf setiap tahunnya di masjid ini, lalu di hari terakhir mudik ke kampung halamannya di Purworejo Jawa Tengah.

Untuk ceramah shalat tarawih, malam ini diisi langsung oleh imam besar masjid yang juga ketua umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH Ahmad Satori Ismail. Dalam ceramahnya, beliau mengambil tema, “Jangan Jadi Hamba Ramadhan”.

“Janji ampunan bagi yang shalat tarawih sebulan penuh sudah jelas, janji Allah bagi yang shaum sebulan penuh sudah jelas. Ramadhan, pahala dilipatgandakan, yang wajib diganjar 70 kali lipat, yang sunnah setara wajib. Di Ramadhan pula ada momentum-momentum doa mustajab,” ujar Kyai Ahmad Satori membuka ceramahnya.

“Di bulan Ramadhan, yang jarang tahajud jadi rajin tahajud. Yang jarang sedekah jadi rajin sedekah. Yang jarang tilawah, bisa mengkhatamkan Al Quran,” lanjut Kyai, “bulan Ramadhan menjadi kehebatan luar biasa bagi umat Islam.”

Selanjutnya Kyai yang juga guru besar di Universitas Islam Asyafiiyah ini menyoroti jamaah shalat Isya, “bayangkan, tidak pernah ada diluar Ramadhan, jamaah shalat Isya seramai ini.”

Namun, kata Kyai Ahmad Satori, “kalau di bulan ramadhan rajin ini itu, terus di luar ramadhan tidak, dikhawatirkan yang seperti itu menjadi hamba Ramadhan. Hanya rajin ibadah saat Ramadhan. Ini yang dikhawatirkan Rasulullah SAW.”

Kyai Ahmad Satori berpesan bahwa umat Islam selayaknya berusaha terus mempertahankan kuantitas dan kualitas ibadahnya, “masuk bulan syawal tidak shalat tahajud, tidak rajin sedekah, biasa berjamaah di masjid terus hilang, jangan begitu. Allah SWT menyenangi hamba yang kontinyu, langgeng, terus menerus, biar sedikit, tetap tahajud, jangan sampai ditinggalkan,” pesannya.

“Sebaik-baik amal adalah yang terus menerus, langgeng, walaupun sedikit tapi rutin. Rutinitas itu mahal. Mengapa shalat tidak disekaliguskan 17 rakaat saat shubuh? Karena untuk pengendali nafsu. Selesai ramadhan, mari kita jadikan segalanya tetap dalam kerangka ibadah. Ke kantor, ke pasar, bertetangga, mendidik anak semuanya mari jadikan dalam kerangka ibadah,” tutup Kyai Ahmad Satori. (eas)

Be the first to comment on "KH Ahmad Satori Ismail: Jangan Jadi Hamba Ramadhan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*