Inilah Tuntutan Buruh PT. Voksel yang Berujung Duka

tuntutan buruh

Bekasimedia – Kekerasan fisik yang terjadi terhadap buruh PT. Voksel, Cileungsi Bogor yang sedang berunjuk rasa menuntut hak-haknya pada Rabu (24/06) lalu, sangat disesalkan oleh Herry Hermawan, Presiden Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI).

Kepada Bekasimedia, Herry menjelaskan bahwa banyak faktor yang membuat Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Multi Metal (PUK SPMM) FSPASI PT. Voksel melakukan unjuk rasa.

Menurut Herry, perusahaan melakukan pelanggaran normatif Ketenagakerjaan yang dilakukan selama bertahun-tahun yang menyebabkan tingkat kesejahteraan buruhnya sangat rendah. Hal inilah yang menjadi penyebab buruh PT. Voksel melakukan unjuk rasa.

Yang pertama, mereka meminta ketua serikat pekerjanya, dicabut dari masa skorsing, “Ketua PUK, Saudara Suratman harus dipekerjakan kembali karena hal tersebut adalah upaya tindak pidana pemberangusan serikat,” ujar Herry yang saat ini masih aktif juga sebagai pekerja di salah satu pabrik di Jakarta Utara.

Yang kedua, Ubah status buruh PKWTT (Kontrak)/Harian/Borongan menjadi buruh PKWTT (Tetap) karena menurut Herry, sistem dan mekanisme yang dilakukan Perusahaan melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan Ketenagakerjaan.

Ketiga, ternyata gaji pokok di PT. Voksel belum sesuai UMSK Kabupaten Bogor tahun 2015 dan mereka menuntut hak mendapatkan gaji sesuai aturan ini dipenuhi.

Keempat, mereka menuntut pengembalian masa kerja yang dihilangkan, dan yang terakhir, buruh berharap perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dipercepat.

Inilah 5 tuntutan buruh PT. Voksel yang justru berakhir dengan penyerangan sekelompok ormas, “sampai hari keempat, tidak ada itikad baik dari manajemen, yang ada justru penyerangan preman berseragam,” pungkas Herry. (eas)

Be the first to comment on "Inilah Tuntutan Buruh PT. Voksel yang Berujung Duka"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*