Ada Apa dengan Muslim Uighur ?

uighur2

Bekasimedia – Tiongkok, sebagai salah satu teritorial daratan terbesar di dunia dengan jumlah penduduk yang tersebar luas hampir diseluruh wilayahnya, pernah memiliki jalur perdagangan terbesar pula di dunia, sebuah wilayah yang didiami sebagian besar suku Uighur penganut agama Islam yaitu jalur sutra. Lalu ada apa dengan Muslim Uighur saat ini yang selalu menjadi “bulan-bulanan” pemerintah Tiongkok selaku penguasa Regional wilayah nan luas ini ?

SIAPA SEBENARNYA SUKU UIGHUR ?

Uyghur merupakan nama suku di sebelah barat laut wilayah china. Dengan nama Xinjiang. Kini ia termasuk wilayah otonomi khusus China setelah terjadi gencatan senjata dengan China. Berbatasan dengan negara negara pecahan Uni Soviet, India, dan Pakistan. Selain itu wilayahnya juga berbatasan dengan Tibet. Dimana di daerah tersebut terdapat minyak dan gas alam melimpah yang memproduksi bahan bakar rakyat china.

Suku Uighur merupakan salah satu suku yang menganut Islam ketika Saad bin Abi Waqqash berdakwah disana.

Perekonomian daerah selama berabad-abad berkisar pertanian dan perdagangan, dengan kota-kota seperti Kashgar berkembang sebagai penghubung di sepanjang Jalur Sutra yang terkenal.

Di permulaan abad ke-20, Uighur secara berani mendeklarasikan kemerdekaan walaupun wilayah ini di bawah kendali penuh dari Tiongkok komunis pada tahun 1949. Xinjiang secara resmi ditunjuk sebagai daerah otonom di Tiongkok, seperti Tibet ke selatan.

APA KELUHAN MEREKA ?

Beberapa aktivis Uighur mengatakan pemerintah pusat secara bertahap membatasi aktivitas keagamaan, komersial dan budaya Uighur. Beijing tegas mengintensifkan tindakan keras setelah protes jalanan di Xinjiang pada 1990-an, apalagi pada saat akan digelar Olimpiade Beijing tahun 2008.

Selama dekade terakhir, pasca penangkapan warga pemuka Uighur dan stigma “terorisme” yang di sematkan, banyak dari mereka mencari suaka ke luar negeri. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh suku Han-China untuk bermigrasi ke Xinjiang Uighur sehingga menyebabkan terkikisnya volume penduduk suku Uighur menjadi minoritas.

Pemerintah Beijing bersikap keras terhadap separatis Uighur untuk menghalalkan penindasan sebagai aturan pemerintah yang dipakai di wilayah tersebut.

APA PANDANGAN BEIJING?

Beijing selaku pemerintah pusat Tiongkok mengatakan, Militan Uighur guna melegitimasi kemerdekaan secara otoritas, kerap melancarkan kampanye kekerasan dengan serangkaian aksi perencanaan pemboman, sabotase dan kerusuhan sipil.

Sejak serangan 9/11 di Amerika Serikat, semakin memperjelas Pemerintah Tiongkok bahwa separatis Uighur sebagai pembantu al-Qaeda, mengatakan beberapa dari mereka telah menerima pelatihan di Afghanistan, walaupun hanya sedikit bukti yang belum tentu bisa di jelaskan kebenarannya.

Lebih dari 20 orang Uighur ditangkap oleh militer AS setelah invasi Afghanistan. Tanpa penjelasan kesalahan dan pelanggaran apa yang mereka lakukan, mereka dipaksa bermukim di penjara Teluk Guantanamo selama bertahun-tahun. Kabar terakhir mereka telah dimukimkan ditempat lain.

KAPAN WABAH PEMICU KEKERASAN DIMULAI ?

Menurut informasi yang di dapat dari situs BBC, hampir 200 orang tewas dalam kerusuhan etnis di Urumqi, ibukota administratif Xinjiang, pada bulan Juli 2009. Salah satu pemicu api kekerasan tampaknya disulut dengan kematian dua orang Uighur dalam bentrokan dengan penduduk Han China di sebuah pabrik, ribuan mil jaraknya ke arah Selatan Cina.

Pihak berwenang menyalahkan kelompok separatis Xinjian berbasis di luar Tiongkok sebagai penyulut kerusuhan dan menunjuk muka pemimpin Uighur Rebiya Kadeer sebagai penghasut kekerasan. Sebagai warga di pengasingan Kadeer membantah bertanggung jawab atas kejadian itu.

Warga Uighur di pengasingan mengatakan polisi menembakkan tanpa pandang bulu pada protes damai, sehingga berujung kepada kekerasan dan kematian.

BAGAIMANA SITUASI XIANJIANG SAAT INI?

Xinjiang telah menerima investasi negara besar dalam proyek-proyek industri dan energi, dan Beijing telah tertarik untuk menyoroti langkah-langkah sebagai proyeksi perkembangan ke depan yang prospektif. Tetapi banyak warga Uighur mengeluh bahwa suku mayoritas Han mengambil pekerjaan mereka, dan banyak lahan pertanian dari mereka disita dengan dalih untuk pembangunan kembali proyek yang maju.

Kegiatan wartawan lokal dan asing diawasi secara ketat oleh negara dan sedikit sekali sumber independen berita dari daerah yang menyebabkan berita ini tidak tersebar secara masif.

Namun, serangkaian target Tiongkok yang ditujukan kepada Uighur sebagai gerakan separatis, melegitimasi penanganan pemerintah dengan kekerasan adalah suatu hal yang “Halal” dilakukan.

(Dilangsir dari situs BBC dan beberapa informasi terkait lainnya/RY).

Be the first to comment on "Ada Apa dengan Muslim Uighur ?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*