Mengintip Suasana Ramadhan Pekerja Pabrik Asal Indonesia di Malaysia

pekerja di malaysia

 

Bekasimedia – Menjalani Ramadhan di negeri orang membawa kisah berbeda dan suka dan duka tersendiri. Meskipun serumpun, perbedaan budaya membuat WNI muslim yang bekerja di Malaysia merasa rindu suasana Ramadhan di tanah air.

Seperti yang diungkap oleh Ihah Maftuhah seorang WNI asal Pandeglang, Banten yang tergabung di IPMI (Ikatan Pekerja Muslim Indonesia) yang bekerja sebagai operator produksi di sebuah perusahaan elektronik, di Muar, Johor, Malaysia.

“Ramadhan di Malaysia memang tak seindah Ramadhan di Indonesia. Banyak yang terasa hambar. Tapi komunitas kami mempunyai banyak rencana untuk program Ramadhan agar terasa hidup,” ungkap Ihah kepada Bekasimedia pada Selasa (23/6) lewat pesan singkat.

Saat ditanya mengenai rencana yang dimaksud, Ihah menjelaskan program-program tersebut antara lain tarawih keliling masjid-masjid di Muar, menyusul tanggal 4 nanti ada program bagi-bagi takjil di lampu merah, santunan anak yatim, buka puasa bersama dan pemungutan zakat fitrah dari TKI untuk rakyat Indonesia.

Untuk kajian-kajian keislaman sendiri, Ihah menjelaskan, “kajian kami setiap minggu tetap berjalan seperti biasa, dengan mengundang ustadz dari pejabat agama daerah Malaysia,” tutur Ihah kemudian. (Anr)

Be the first to comment on "Mengintip Suasana Ramadhan Pekerja Pabrik Asal Indonesia di Malaysia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*