Hadapi Kasus Asusila Anak SD, Ini Langkah KPAID Bekasi

KPAID-1

Bekasimedia – Menghadapi kasus asusila salah satu siswa SD yang sempat terjadi di Margahayu Bekasi belum lama ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bekasi dalam mengadvokasi perlindungan anak membuat langkah memutus mata rantai. Langkah tersebut menurut komisioner KPAI Bekasi, Haryekti Rina, untuk meminimalisir tindakan di tempat lain.

“Langkah-langkah memutus mata rantai, yang pertama berkoordinasi dengan dinas pendidikan yang menangani anak sekolah,” ujar Haryekti Rina, Senin (22/6) siang kepada bekasimedia di Plaza Pemerintah Kota Bekasi.

Kemudian langkah kedua adalah biasanya si anak melakukan perbuatan asusila karena pernah melihat hubungan orang dewasa melalui internet, “dia pernah melihat orang dewasa melakukan hubungan yang tidak biasa, melalui online internet, ini yang perlu diawasi,” tuturnya.

Kemudian yang terakhir, lanjut Haryekti Rina, karena si pelaku pernah menjadi korban atau memiliki trauma, “karena mereka melakukan itu kadang tidak tahu, tapi karena dia mencontoh,” ujarnya.

Oleh karenanya KPAI dalam melakukan penanganan,  bekerjasama dengan steakholder seperti psikolog dari UNISMA. Dalam prosesnya, penanganan bukan hanya diberikan kepada korban namun juga kepada pelaku, “karena pelaku juga bisa jadi korban. Bagaimana juga anak belum masuk ke ranah hukum, ini yang kita lakukan dengan terapi,” katanya. (yp)

Be the first to comment on "Hadapi Kasus Asusila Anak SD, Ini Langkah KPAID Bekasi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*