Warga Keluhkan Buat KTP, Ariyanto Minta Pemerintah Naikkan Insentif RT

4x2 Ariyanto

Bekasimedia – Davianti, warga Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan kerap kali mengeluhkan proses pembuatan KTP dan akta lahir anaknya. Menurut ibu rumah tangga asal Ciamis ini dirinya diminta mengeluarkan kocek untuk uang
jalan untuk RT/RW, Umumnya bekisar 50.000,- sampai 100.000,- rupiah, jika tidak dikasih mereka tidak akan jalan.

Menanggapi hal tersebut Ariyanto Hendrata dari Fraksi PKS justru mengatakan pungutan tersebut seharusnya tidak ada. Bahkan dirinya beserta fraksinya meminta pemerintah kota untuk menaikkan insentif RT dan RW.

“Fraksi PKS meminta kepada pemerintah untuk menaikkan insentif untuk ketua RT dan RW. Ketua RT saat ini 400.000,- kita minta dinaikkan sampai 600.000,- kemudian ketua RW dari sekitar 800.000,- dinaikkan sampai
1.000.000,- sebulan,” ujar anggota komisi A ini di gedung DPRD pada jum’at (05/06).

Menurutnya menaikkan insentif  merupakan hal yang wajar, mengingat kinerja RT dan RW di lapangan yang luar biasa. Apalagi APBD Bekasi diakuinya naik terus setiap tahun.

“Mereka di lapangan membantu pemerintah dalam administrasi kependudukan. Mereka yang mengayomi warga dan mereka yang bersentuhan langsung dengan warga,” tambah Ariyanto.

Davianti dan masyarakat lainnya berharap dengan dorongan kenaikan insentif ini semakin membuat RT dan RW bergerak cepat dalam melayani warganya. “Ya mudah-mudahan kita kita jadi nggak dimintai pungutan lagi,” harap warga Jakasetia ini. (yp)

Be the first to comment on "Warga Keluhkan Buat KTP, Ariyanto Minta Pemerintah Naikkan Insentif RT"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*