Inilah Penyebab Angka Perceraian di Kota Bogor Tinggi

image

Bekasimedia – Walikota Bogor, Bima Arya, mengakui tingkat perceraian di Bogor semakin tinggi. Ia menjabarkan salah satu penyebabnya adalah karena warga commuter yang sekitar 50% dari total sekitar 1 juta penduduk tiap hari bekerja di Jakarta.

“Salah satu dugaan saya ini, 50% nya kerja di Jakarta,” tuturnya di acara talkshow sociopreneur dari Yayasan Indonesia Tangguh pada sabtu siang (30/5) di Institut Pertanian Bogor.

Bima Arya mencoba meneliti, bahwa kerja tiap hari di Jakarta memberikan sedikit waktu bagi keluarga. Quality time, katanya, semakin menurun. Berangkat kerja pagi dan pulang kerja malam hari, sementara hari sabtu dan minggu libur.

“Coba bayangkan ada 400 ribu lebih warga saya yang hidup tidak sempurna. Saya tanya daerah mana di Bogor yang paling tinggi angkanya, ternyata di daerah yang warganya adalah commuter yang kerjanya di Jakarta,” ujarnya menjabarkan.

Diakuinya memang dugaan ini masih prematur. Tetapi ini bisa menjadi gambaran tersendiri yang perlu dikaji ulang lebih lanjut. Untuk menanganinya pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan salah satu Fakultas di IPB mencoba membuat layanan curhat tentang persoalan keluarga.

“Pemkot tidak sendiri, contohnya kita bekerja sama dengan Fakultas Ekologi Masyarakat di IPB, dengan sosialisasi curhat dan menerima curhat warga, sebagai terapi healing,” ujarnya. Bima berharap program ini terus berjalan sebagai salah satu program pembangun di Kota Bogor. (yp)

Be the first to comment on "Inilah Penyebab Angka Perceraian di Kota Bogor Tinggi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*