UN Sekolah Dasar, Bukan Semata tentang Nilai Akademik

sdit raudhatul

 

Bekasimedia – Suasana Ujian Nasional di SDIT Raudhatul Muttaqien, Jatimakmur, Pondok Gede, hari pertama ini (18/05) sangat kondusif. Ujian Nasional mengujikan tiga mata pelajaran dan dilaksanakan selama tiga hari. Satu hari satu pelajaran. Tiga mata pelajaran tersebut yakni Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika.

Mata pelajaran yang diujikan kepada 57 peserta UN hari pertama ini adalah Bahasa Indonesia. Selama tiga hari berturut-turut akan dilaksanakan dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.00.

Menurut Fahmelda, Kepala sekolah SDIT Raudhatul Muttaqien, Ujian Nasional bukan semata mengejar nilai akademik melainkan juga pencapaian dari sisi kecerdasan emosional juga spiritual siswa.

“Ujian Nasional ini tidak semata-mata mengejar nilai akademik tapi bagaimana membangun mental mereka, sehingga mereka memiliki kompetensi holistik,” ucap Fahmelda kepada Bekasimedia.

Di samping itu, UN juga bukan satu-satunya referensi untuk menentukan kelulusan siswa. Nilai UN prosentasenya hanya sedikit dibandingkan nilai-nilai yang selama ini diperoleh siswa sejak kelas 1 hingga semester 1 kelas enam. Selain nilai akademik, kehadiran juga sikap selama mengikuti pembelajaran di sekolah menjadi pertimbangan.

“Persentase terbesar di sekolah dasar ya dari nilai raport sejak kelas 1. Ditambah dengan proses ujian yang tiga mata pelajaran itu. Biasanya ya 70: 30 persentasenya,” lanjut Fahmelda.

Fahmelda berharap, UN kali ini dapat membentuk karakter mendasar dari siswa-siswi Raudhatul Muttaqien bahwa mereka harus memiliki jiwa kesungguhan dalam mencapai target hidup. Mendapat banyak manfaat dari perjuangan, mereka terbiasa membentuk karakter disiplin, jujur.

“Dampak positif dari UN ini bisa menjadi sebuah kebiasaan untuk selalu rajin dan tekun dalam mencapai harapan atau cita-cita mereka,” pungkasnya. (anr)

Be the first to comment on "UN Sekolah Dasar, Bukan Semata tentang Nilai Akademik"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*