Tak bertindak Soal Rohingya, Cabut Nobel Aung San Suu Kyi

aung-san-suu-kyi-says-she-wants-to-run-for-president-pg

Bekasimedia – Sampai hari ini masih ada ribuan etnis Rohingya yang diusir dari Myanmar dan memasuki wilayah Malaysia dan Indonesia. Seolah peristiwa
ini lolos dari pantauan aktivis HAM dan perdamaian yang ada di Myanmar. Hal ini disesalkan oleh Zainudin Paru, aktivis HAM dari PAHAM Indonesia.

“Disana kan ada Aung San Suu Kyi, aktivis demokrasi dan HAM. Seharusnya dia tidak mendiamkan persoalan ini. Apalagi sudah mendapatkan nobel perdamaian,” ujar Dewan Pembina PAHAM Indonesia tersebut dalam rilisnya kepada media, Senin (18/05).

Menurut Zainuddin Paru, sebagai penerima Nobel Perdamaian, Suu Kyi memiliki kewajiban moral untuk mengupayakan perdamaian. “Sebagai penerima nobel perdamaian, Suu Kyi memiliki kewajiban untuk melakukan intervensi kemanusian dan penyelesaian konflik secara benar. Apalagi
krisis kemanusiaan itu ada didepan matanya, ada diwilayah kekuasaanya,” papar pengacara senior tersebut.

Lebih lanjut menurut Zainuddin Paru, sebenarnya Aung San Suu Kyi memiliki modal politik dan sosial yang cukup untuk membahas persoalan etnis Rohingya. “ Suu Kyi merupakan salah seorang anggota parlemen, dan pemimpin oposisi. Itu adalah modal yang cukup untuk mengimplementasikan visi politik rekonsiliasi nasionalnya, termasuk mengatasi persoalan Rohingya.” Terang aktivis kemanusiaan tersebut.

Tidak adanya upaya dari Aung San Suu Kyi untuk
menyuarakan hak dari etnis Rohingya membuat publik akan mempertanyakan kredibilitasnya sebagai penerima nobel perdamaian. “Bila Suu Kyi hanya
terdiam atas penindasan terhadap etnis Rohingya, maka sejatinya dia tak pantas mendapatkan nobel perdamaian tersebut. Apalagi persoalan Rohingya ada didepan mata dan dalam wilayah kekuasaannya.
Karenanya, sudah selayaknya nobel itu dicabut, karena penerimanya tak memiliki visi perdamaian dan kemanusiaan,” pungkas Zainuddin Paru. (*/eas)

Be the first to comment on "Tak bertindak Soal Rohingya, Cabut Nobel Aung San Suu Kyi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*