Yaya Toure Inginkan Sanksi Berat Bagi Para Pelaku Rasisme

yaya
Bekasimedia – Pemain tengah Manchester City yang digosipkan akan berseragam Internazionale musim depan di undang sebagai pembicara dalam acara FIFA untuk peluncuran sistem, pengawas penonton bisa mengontrol aksi diskriminasi yang terjadi di dalam suatu pertandingan.

Sebagai pemain asal Afrika tepatnya Pantai Gading tim yang dimana ia kapteni sewaktu menjuarai Piala Afrika akhir Januari itu pernah menerima perlakuan rasis saat Mancheser City bertandang ke Rusia untuk bertemu CSKA Moskow di fase grup Liga Champions musim lalu.

“Saya pernah berada di situasi itu, mendengar nyanyi-nyanyian yang meniru suara kera setiap  saya memegang bola, itu sangat-sangat mengangguku,” kata Toure.

“Jika kamu mendengarnya langsung itu akan menganggumu dan sangat menyakitimu,” tambahnya.

Pemain yang berusia 32 tahun tepat di hari ini pun menyangsikan sanksi yang diberikan untuk setiap hukuman rasis, ia berpikir hukuman yang diberikan selama ini tidak akan membuat pelakunya jera.

Sistem baru ini akan mengidentifikasi sekaligus mengirim pengawas di setiap pertandingan, pertandingan yang berisiko tinggi dimulai dari 900 pertandingan kualifikasi piala dunia 2018 diantaranya akan terus di monitor setiap detailnya. Sistem ini juga juga akan dipantau oleh European Anti-Discrimination Body Fare, Eksekutif Direktur Piara Power sang penggagas sistem pun menjelaskan, “Jika ada bukti pelanggaran diskriminasi maka bukti tersebut akan dikirimkan langsung ke FIFA dan jika bukti itu kuat maka pertandingan itu selanjutnya akan diadakan tanpa penonton.”

“Mungkin akan lebih banyak yang kecewa jika menerima hukuman tersebut, namun jika penyakit ini terus dibiarkan dan tanpa sanksi yang berat isu ini hanya akan menjadi isu yang ringan diantara kita semua,” tutupnya. (frb)

Be the first to comment on "Yaya Toure Inginkan Sanksi Berat Bagi Para Pelaku Rasisme"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*