#12Mei1998 – Mengenang 17 Tahun Tragedi Trisakti

image

Bekasimedia – Bulan Mei adalah bulan yang cukup bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Di bulan Mei ada perayaan hari pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei. Lalu ada hari kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei yang mengacu pada pendirian organisasi modern pertama Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908. Belakangan ada juga hari buruh internasional, 1 Mei yang kini diperingati juga sebagai hari buruh di Indonesia dan menjadi hari libur nasional.

Bulan Mei juga menyimpan banyak peristiwa sejarah. Rentetan peristiwa di bulan Mei 1998 menjadi saksi perjalanan bangsa. Peralihan kekuasaan dari Orde Baru Soeharto yang serba tertutup dan refresif menuju era reformasi.

12 Mei 1998 terjadi Tragedi Trisakti, peristiwa penembakan terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta serta puluhan lainnya luka.

Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto ( 1977 – 1998), Hafidin Royan ( 1976 – 1998 ), dan Hendriawan Sie ( 1975 – 1998 ). Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada .

Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998 yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia sepanjang 1997 – 1999 . Sepanjang bulan April-Mei, Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR , termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.

Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju
Gedung Nusantara pada pukul 12.30. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri dan militer datang kemudian. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.

Akhirnya, pada pukul 5.15 sore hari, para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Para mahasiswa panik dan bercerai berai, sebagian besar berlindung di universitas Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Korban pun berjatuhan, dan dilarikan ke RS Sumber Waras.

Sebelumnya, Golkar kembali memenangi pemilu 1997 dengan persentase mutlak 74%. Soeharto kembali naik menjadi presiden Republik Indonesia dengan mudah dan dilantik pada bulan Maret 1998. Bertepatan dengan itu, krisis moneter melanda Indonesia, rupiah bergerak dari 2.400/dollar menjadi 15.000/dollar. Kemudian pemerintah menaikan harga bensin dari 700 rupiah/liter menjadi 1.200/liter.

Kemarahan rakyat terjadi dimana-mana, kerusuhan merajalela, rakyat menyalahkan rezim orde baru yang sarat KKN. Tragedi Trisakti menjadi pemantik, mahasiswa bersama rakyat akhirnya berhasil menduduki gedung DPR/MPR dan memaksa Soeharto mundur. (Wikipedia/portalsejarah/eas)

Be the first to comment on "#12Mei1998 – Mengenang 17 Tahun Tragedi Trisakti"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*