Medina; Warga Bekasi, Mendunia Melalui Catur

klasik-r2-natacha-vs-medina

Bekasimedia – Medina Warda Aulia, Grandmaster Perempuan termuda Indonesia kelahiran Jakarta, 7 Juli 1997 adalah warga Bekasi dan salah satu lulusan SMA Negeri I Bekasi, Jawa Barat .

Gelar Grandmaster Perempuan Termuda diraih Medina pada usia 16 tahun 2 bulan, 5 bulan lebih muda dari pendahulunya  Irene Kharisma Sukandar (16 tahun 7 bulan) setelah mengalahkan pecatur Rusia, Lanita Stesko di kejuaraan catur yunior dunia di Turki, 2013 lalu.

“Saya pasti sangat bangga, karena dari sekian banyak pecatur di Indonesia, baru dua (yang meraih Grandmaster perempuan) dan saya termuda,” katanya sebagaimana dikutip dari BBC Indonesia, Minggu (26/04).

Nur Muchlisin mengenalkan catur pada Medina di usianya yang baru menginjak 9 tahun. Ia adalah sosok ayah yang dikenal menggilai permainan catur secara turun-temurun. Medina digembleng ayahnya selama 3 bulan dengan berbagai macam teori tentang permainan papan bidak tersebut.

Semenjak menang di Kejuaraan daerah catur se-Jakarta 2006, anak pasangan Nur Muchlisin dan Siti Eka Nurhayati ini telah meraih lebih dari 20 tropi kejuaraan catur bergengsi tingkat regional dan dunia. (*/mk)

Be the first to comment on "Medina; Warga Bekasi, Mendunia Melalui Catur"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*