Majelis Perwakilan Kelas; Karena Politik Bukan Hal Buruk untuk Diajarkan

IMG-20150506-WA0079

Bekasimedia – Dalam negara, kita mengenal adanya DPR, MPR dan MK. Tatanan pemerintahan tersebut pun diaplikasikan juga di SMP dan SMA.

Di SMP dan SMA ada Organisasi Siswa (OSIS) dan Majelis Permusyawaratan Kelas atau Majelis Perwakilan Kelas (MPK).

OSIS bisa dikatakan merupakan induk semua organisasi. Sementara MPK merupakan mitra kerja OSIS yang sekaligus juga berperan sebagai pengawas kebijakan OSIS.

Tidak main-main, landasan hukum MPK sendiri sudah ditetapkan. Antara lain :

1. UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

3. PP Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PP No.19Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

4. Peraturan Presiden RI Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.Kep. Mendikbud Nomor 0461/U/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan.

5. Kep. Dirjen Dikdasmen Nomor 226/ C/0/1992 tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan.Keputusan Dirjen PDM Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 239/C/KEP/N/81 tanggal 18 Agustus 1981.

Menerapkan tatanan pemerintahan negara di sekolah barangkali tidak sulit. Pelajar sudah tak asing dengan penyelenggaraan pemilu raya untuk memilih ketua OSIS, misalnya, sidang bagi pelanggar kode etik dan lain sebagainya. Namun tentu saja dalam hal ini, para pelajar perlu pembinaan.

Menurut Pembina OSIS SMAN 7 Bekasi, Edi Sunarya, adanya OSIS dan MPK di sekolah sebagai pembelajaran bagi siswa tentang sistem ketatanegaraan di sekolah. Dan keberadaan MPK bisa mengawasi perilaku para anggota OSIS. “Kalau anggota OSIS macam-macam, mereka (MPK) yang panggil. Disidang juga,” ucap Edi saat diwawancarai Bekasimedia pada 1 Mei 2015.

Politik memang bukan hal tabu yang tidak boleh diajarkan di sekolah. Karena menurut pengertian awalnya pun politik adalah cara bertindak dalam menghadapi suatu masalah. Selain itu, politik merupakan sebuah pengetahuan tentang ketatanegaraan. Politik juga bagian dari strategi atau siasat untuk mencapai suatu tujuan.

Jadi, selain melatih jiwa kepemimpinan siswa, adanya MPK bisa sekaligus menanamkan nilai-nilai moral juga keteladanan dalam diri para anggotanya. Mengawasi perilaku kawan sekaligus mewanti-wanti diri agar tidak berbuat curang. (anr)

Be the first to comment on "Majelis Perwakilan Kelas; Karena Politik Bukan Hal Buruk untuk Diajarkan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*