Sutrisno, Penarik Becak yang Kangen Pulang

image

Pagi hari itu saya sampai di kota Semarang, perjalanan lancar jaya dengan kereta malam ……
jagijugijagijug……..

Alhamdulillah teman saya di Semarang, Mas Teguh sudah
menunggu di Stasiun Poncol. Pagi itu akan menyusuri Kota Tua Semarang dengan dia dan Mba Omah.

Sambil menunggu Mba Omah, saya mampir di warung kopi di dekat Gereja Bledug. Di tempat peninggalan Belanda itu, saya bertemu dengan Pak Sutrisno (65) bapak dari
dua orang anak dan dua orang cucu.

Beliau asli Surabaya dan sudah delapan tahun mengembara di
Semarang ini tanpa keluarga. Anak anaknya sudah hidup mandiri di Kalimantan semua.

“Saya pengen pulang ke Surabaya, ingin bertemu adik dan keluarga,” ujar Pak Sutrisno di sela obrolan.

Pak Sutrisno mengungkapkan, hasil dari narik becak hanya mencukupi untuk makan sehari- hari, bahkan untuk setoran becak dua bulan belum terbayar.

Pagi itu saya mendapatkan pelajaran lagi dari seorang penarik becak. Keluarga menjadi bagian impian yang ingin diraih olehnya. Ingin kembali bergabung dengan keluarga yang sudah ditinggalkan selama ini.

Sementara itu, alamat anaknya di Kalimantan tidak di ketahuinya. Selama ini tidak ada kontak sama sekali. Inilah curahan hati Pak Sutrisno, semoga bisa meringankan beban beliau dan semoga bisa cepat berkumpul dengan
keluarganya.

Semarang, 21 April 2015

Dudi Iskandar
Toekangpoto Keliling

Twitter & instagram: @abusyamil2004
Facebook: dudi.iskandar@gmail.com
WA 08158301939

Be the first to comment on "Sutrisno, Penarik Becak yang Kangen Pulang"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*