Panja Pilkada Berikan Tiga Rekomendasi Tentang Pencalonan Partai Bersengketa.

image



Bekasimedia – Anggota Komisi II DPR RI, Saduddin mengungkapkan Panja Pilkada telah merekomendasikan tiga poin penting terkait Rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (RPKPU) kepada KPU.

“Akhirnya Panja Pilkada menyodorkan tiga rekomendasi penting terkait pencalonan oleh partai yang bersengketa dalam RPKPU,” kata Saduddin, yang disampaikannya di gedung DPR, Jakarta, Jumat (24/4).

Yang pertama, KPU harus tetap mendorong seluruh Parpol secara institusional terlibat dalam proses Pilkada.

Kedua, KPU juga mengatur adanya proses islah bagi parpol yang bersengketa sebelum waktu pendaftaran pemilihan kepala daerah (Kada) dan wakil kepala daerah (Wakada) ditutup

Poin ketiga, bagi pengurus parpol berkonflik yang berhak ikut pilkada dan mengajukan pasangan calon Kada-Wakada adalah didasarkan pada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap sebelum masa pendaftaran calon 26-28 Juli 2015.

Akan tetapi, bila keputusan tetap (inkrach) belum tercapai jelang proses pendaftaran maka KPU harus mendasarkan pada keputusan yang terakhir.

“Sehingga bagi parpol yang bersengketa, siapapun yang nantinya diputuskan pengadilan, baik PTUN maupun kasasi MA maka itu yang akan dijadikan dasar,” lanjut Saduddin, yang juga Kapoksi FPKS. 

Apakah nantinya rekomendasi ini akan dipakai KPU?. Saduddin mengingatkan KPU mengenai UU 17/2014 tentang MD3, bahwasanya rapat-rapat DPR dengan pihak diluar DPR bersifat mengikat. Sehingga Saduddin berharap KPU mematuhi ketentuan ini.

“Rekomendasi ini merupakan usulan yang baik dan adil, momentum untuk rekonsiliasi parpol dan para pemimpin bangsa menjelang Pilkada. Atas masukan baik ini saya kira KPU akan mempertimbangkannya,” tutupnya. (*/eas)

Be the first to comment on "Panja Pilkada Berikan Tiga Rekomendasi Tentang Pencalonan Partai Bersengketa."

Leave a comment

Your email address will not be published.


*