World Earth Day; Semesta Boleh Luas, Tapi Bumi Cuma Satu

Bekasimedia – Pernah mendengar lagu Go Green yang dinyanyikan grup anak-anak Super Se7en? Sepenggal liriknya begini;

Tanami Kebunmu 

dengan bunga atau tanaman yang baru

bila habis mandi jangan lupa matikan kran airmu

bumi cuma satu

di sinilah rumahku juga rumahmu

ayo kawan-kawan kita menjaga ciptaan Tuhan

Go Green!

Tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia. Meskipun PBB sempat memilih tanggal 20 Maret sebagai Hari Bumi, namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai Hari Bumi yang dirayakan secara global. PBB secara resmi merayakan 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.

Peringatan Hari Bumi Sedunia dirayakan sejak tahun 1970. Seorang Senator asal Wisconsin, Amerika Serikat, Gaylord Nelson yang pertama kali menggagas  dan merayakannya. Saat itu Gaylord Nelson memandang bahwa isu-isu terkait lingkungan hidup perlu masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan.

Earth Day Network (Jaringan Hari Bumi) adalah organisasi nirlaba yang mengkoordinasi peringatan Hari Bumi ini. Earth Day Network sendiri berdiri pada tahun 1993. Anggota dari organisasi ini adalah LSM dari seluruh dunia.

World Earth Day, dihimpun dari berbagai sumber, dimaksudkan untuk terus mengingatkan masyarakat tentang arti penting palnet Bumi bagi manusia. Bahwa planet bernama bumi ini perlu dijaga dan dipresiasi.

Setiap harinya, manusia, lewat berbagai gejala alam, juga diingatkan bahwa bumi semakin kritis. Sementara masih banyak warga masyarakat yang belum paham sehingga secara tidak sadar ikut merusak bumi.

Saat bumi sudah kritis, pemulihannya pun tentu tidak akan mudah. Tapi tidak berarti tidak ada upaya yang bisa kita lakukan.

Tidak perlu memulai dari yang rumit, dari hal sederhana saja kita sudah bisa turut serta menjaga bumi agar tidak semakin rusak.

Apa sajakah itu?

1. Kurangi Penggunaan Kantung Plastik.

2. Hemat air

3. Memanfaatkan barang bekas dan sisa sampah

4. Hemat listrik. Jangan gunakan jika tidak perlu

5. Tanam pohon

6. Bersepeda atau memanfaatkan alat transportasi umum dengan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi jika keadaan tidak terlalu mendesak.

Selain enam hal di atas, tentu masih banyak yang bisa kita upayakan. Kita semua sadar bahwa tidak harus menunggu tanggal 22 April untuk menunjukkan kepedulian kepada lingkungan hidup. Karena bumi pun tidak akan menunggu untuk semakin rusak oleh perilaku penghuninya yang semena-mena.

Semesta boleh luas, tapi bumi cuma satu. Maka lewat peringatan Hari Bumi tanggal 22 April ini, mari kembali munculkan kesadaran pribadi dan orang banyak untuk terus peduli terhadap lingkungan hidup. Selamat memperingati Hari Bumi! (anr)

Be the first to comment on "World Earth Day; Semesta Boleh Luas, Tapi Bumi Cuma Satu"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*