KAA Prestasi Indonesia Di Kancah Perdamaian Dunia

20150401Soekarno-AAC-2015

Bekasimedia – Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 merupakan salah satu bukti keterlibatan aktif Indonesia dalam kancah perdamaian Dunia. Indonesia yang baru berusia 10 tahun dan masih jauh dari kata stabil, mampu membuat sesuatu yang mengubah wajah dunia.

Peringatan KAA yang ke-60 akan berlangsung tanggal 19-24 April bertempat di Bandung dan Jakarta. Tema yang akan diusung dalam Peringatan ke-60 tahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika adalah “Penguatan Kerjasama Negara Selatan-Selatan”.

Dilansir dari situs Indonesiatravel, Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi menyatakan bahwa Pemerintah akan mengundang 106 wakil negara dan 19 organisasi internasional untuk berpatisipasi dalam acara tersebut sebagaimana disampaikannya pada konferensi pers di Istana Presiden, Jum’at (9/1).

Kabarnya, Ridwan Kamil (Walikota Bandung) akan memberlakukan hari libur pada tanggal 24 April 2015 dengan tujuan agar warga Bandung dapat bergabung dalam perayaan puncak KAA tersebut.

“Akan ada parade lebih dari 100 negara peserta yang tampil dengan kostum nasional disertai musik masing-masing negara, mereka akan menampilkan budaya sendiri. Peringatakan Konferensi Asia Afrika tahun ini diwarnai banyak musik dan warna, pasti akan sangat berkesan,” tambah Ridwan Kamil.

Sejarah Konferensi Asia-Afrika (KAA)

Konferensi Asia Afrika sangat berperan dalam iklim perdamaian dunia, diadakan dan diinisiasi pertama kali oleh pemerintah Indonesia usai Perang Dunia II, ketika kondisi keamanan dunia belum stabil dan terjadinya Perang Dingin antara Amerika Serikat (pemimpin Blok Barat) dan Rusia (pemimpin Blok Timur).

Pemerintah Indonesia dengan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo melakukan pendekatan melalui celah diplomatik kepada 18 Negara Asia Afrika untuk mengetahui sejauh mana pendapat negara-negara tersebut terhadap ide pelaksanaan Konferensi Asia Afrika demi meredakan ketegangan dunia.

Demi menggagas konferensi, pada 28 – 29 Desember 1954, atas undangan Perdana Menteri Indonesia, para perdana menteri peserta Konferensi Kolombo (Indonesia, India, Pakistan, Birma, Ceylon) mengadakan pertemuan di Bogor pada 28-31 Desember 1954 untuk membicarakan persiapan Konferensi Asia Afrika. Pertemuan di Bogor berhasil merumuskan kesepakatan tentang agenda, tujuan, dan negara-negara yang diundang pada Konferensi Asia Afrika, termasuk persiapan penyelenggaraan KAA.

Konferensi Asia Afrika pertama dilaksanakan di Bandung dan dibuka oleh Presiden Soekarno. Para pemimpian negara yang hadir adalah: Jawaharlal Nehru dari India, Sir John Kottalawala dari Srilanka, Muhammad Ali dari Pakistan, Norodom Sihanouk dari Kamboja, U Nu dari Myanmar, Gamal Abdel Nasser dari Mesir, Zhou En lai dari China, dan lainnya.

Konferensi Asia Afrika di Bandung berhasil meraih kesuksesan baik dalam merumuskan masalah umum, menyiapkan pedoman operasional kerjasama antarnegara Asia-Afrika, serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Hasil dari pertemuan tersebut kemudian dikenal sebagai “10 Dasasila Bandung” dimana di dalamnya memuat cerminan ¬†penghargaan terhadap hak asasi manusia, kedaulatan semua bangsa, dan perdamaian dunia. (mk)

Be the first to comment on "KAA Prestasi Indonesia Di Kancah Perdamaian Dunia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*