Mendikbud Resmikan Kampung Matematika di Bogor

anies-mendibud-26

Bekasimedia- Saat Finlandia berencana menghapus pelajaran matematika dan kimia, di saat kampung Inggris sudah lebih dulu populer dan diminati, saat orang-orang menganggap matematika adalah pelajaran yang sangat sulit, kampung matematika Laladon hadir di tengah-tengah masyarakat Bogor.

Sabtu (11/04), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan bertandang ke Bogor sekaligus untuk meresmikan Kampung Matematika Laladon di Ciomas, Bogor, Jawa Barat.

Latar Belakang lahirnya Kampung Matematika menurut  pendiri Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Ridwan Putra, berawal dari keprihatinan terhadap kualitas matematika di Indonesia. Karena berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PIZA)  2012, Indonesia berada pada peringkat ke 64 dari 65 negara. Indonesia hanya berada satu tingkat, di atas Peru.

Kampung Matematika Laladon tersebut dikelola oleh Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Seikhlasnya. Ridwan Putra mengaku bahwa perjalanan pembentukan Kampung Matematika sempat mengalami kendala, dari kecurigaan warga hingga pencarian tempat yang cocok. Laladon menjadi  salah satu pilihan karena kehidupan masyarakatnya sesuai dengan karakter bangsa yang mengedepankan gotong royong dan warga siap saat diminta bekerjasama.

Sistem belajar Kampung Matematika Laladon memanfaatkan teras rumah-rumah warga. Pada praktiknya, KPM lebih mengedepankan dan menjunjung tinggi mutu pendidikan daripada fasilitas. Pengajarnya adalah sarjana matematika dari berbagai universitas di Indonesia.

Menteri Anies menyambut baik kehadiran Kampung Matematika Laladon tersebut, selain karena tidak memungut biaya mahal alias seikhlasnya, juga karena sistem pengajarannya yang menyenangkan, bisa mengantarkan siswa dan siswi kampung Matematika mengikuti olimpiade matematika hingga ke tingkat internasional. (anr/dari berbagai sumber)

Sumber foto: Kemdikbud.go.id

Be the first to comment on "Mendikbud Resmikan Kampung Matematika di Bogor"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*