Serba-serbi UN 2015; Dari Istighosah Hingga Genset

foto : mediaindonesia

foto : mediaindonesia

Bekasimedia – Ujian Nasional memang selalu menjadi topik pembahasan menarik setiap tahunnya. Dari tarik menarik soal penghapusan UN yang sempat dibahas dalam debat Capres hingga  pembaruan-pembaruan yang direncanakan Kemdikbud dan aneka ragam persiapan jelang UN yang dilakukan sekolah-sekolah.

Pada UN tahun 2015 ini, misalnya, sebuah terobosan baru diluncurkan kemdikbud dengan mengubah sistem UN tertulis ke UN berbasis komputer. Meskipun pada kenyataannya, tidak semua sekolah menyatakan siap menerapkan sistem baru tersebut tahun ini.

Berbicara tentang penggunaan komputer, tentu saja berbicara juga tentang listrik. Jelang UN, Mendikbud menghimbau PLN agar tidak memadamkan listrik selama pelaksanaan UN. Meski demikian, sebagai upaya antisipasi, beberapa sekolah tetap menyediakan daya cadangan berupa genset.

Pihak sekolah yang menyatakan siap UN CBT juga bahkan tak segan-segan meminjam komputer ke sekolah lain agar UN di sekolahnya berjalan lancar.

Ada sistem baru, ada pula kebiasaan lama yang terus diulang.

Adalah persiapan jelang UN. Hal ini bukan hal baru, sebenarnya, namun pelaksanaannya selalu menjadi sorotan. Bukan tentang try out atau serangkaian pelatihan soal lainnya melainkan istighosah.

Biasanya, pihak sekolah atau siswa berinisiatif menggelar doa bersama atau biasa disebut istighosah jelang UN.

Pada saat istighosah, suasana haru akan mendominasi. Karena siswa diajak untuk merenung, berdoa memohon kemudahan bahkan mengingat kesalahan kepada Ibu dan ayah mereka. Doa bersama jelang UN juga dimaksudkan agar peserta UN jauh lebih tenang menghadapi UN. (anr)

Be the first to comment on "Serba-serbi UN 2015; Dari Istighosah Hingga Genset"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*