Warga: Tak Masalah THB Naik, Yang Penting Commuter Line Tidak Telat

Jpeg

Bekasimedia. Rahma, salah satu pengguna jasa Commuter Line, tidak memusingkan naiknya THB (Tiket Harian Berjamin), asalkan pihak  pengelola Commuter Line juga meningkatkan pelayanan.

“Biasa saja, cuma kalau sore Commuter Line suka telat,” keluh Rahma, kepada bekasimedia pada Senin (06/04). Rahma sehari-hari berangkat dari stasiun Kranji menuju Gondangdia.

Seperti yang tertulis di spanduk yang terpasang di setiap stasiun di Jabodetabek, bahwa mulai 1 April 2015 Tiket Harian Berjamin Commuter Line naik dari 5.000,- rupiah menjadi 10.000,- rupiah. Perubahan ini tidak terlalu signifikan, mengingat uang 10.000,- diterima kembali oleh pengguna jasa jika kartu dikembalikan ke loket.

Commuter Line memang menjadi primadona bagi warga Bekasi yang bekerja di Jakarta. Commuter Line banyak dipilih mengingat akses Jakarta melalui kendaraan lain cukup macet. “Kita tidak bisa prediksi waktu nyampe ke kantor. Udah gitu tidak ada angkutan yang langsung ke lokasi kantor saya dari Bekasi. Dari segi ongkos lebih murah Commuter Line, dibanding angkot yang beberapa kali transit,” ujar wanita yang bekerja di kawasan Monas, Jakarta.

Rahma meminta pihak pengelola agar pelayanan ditingkatkan. “Seperti fasilitas tangga berjalan yang kurang memadai, sama kursi khusus untuk lansia dan ibu hamil juga, sama yang terpenting jangan  suka telat. Itu aja sih,” pesannya. (yp)

Be the first to comment on "Warga: Tak Masalah THB Naik, Yang Penting Commuter Line Tidak Telat"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*