Terjadi Dualisme Kurikulum, JSIT Siap Jalankan Apapun Keputusan Pemerintah

jsitBekasimedia – Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia (JSIT) sudah menyiapkan rumusan implementasi kurikulum khas Sekolah Islam Terpadu menyikapi dualisme penerapan kurikulum nasional. Hal ini disampaikan oleh ketua umum JSIT Indonesia Drs Sukro Muhab, M.Si dalam workshop implementasi kurikulum nasional dalam bingkai kurikulum Sekolah Islam Terpadu yang di selenggarakan oleh JSIT DKI Jakarta di aula perpustakaan UNJ, Minggu (05/04).

“Dengan Sosialisasi kurikulum JSIT ini, sekolah anggota JSIT diharapkan lebih siap menjalankan kurikulum apa pun yang diputuskan oleh pemerintah,”ujarnya dalam pemaparan sebagai pembicara utama.

Ketua JSIT DKI JAKARTA Arviantoni Sadri mengatakan tidak sedikit sekolah yang menghadapi kebingungan dalam menyikapi keputusan pemerintah tentang penerapan kurikulum nasional. Oleh karena itu, selaku organisasi yang menaungi Sekolah Islam Terpadu di Jakarta berkewajiban untuk memberikan arahan dan panduan dalam pelaksanaan konsep Sekolah Islam Terpadu.

“Diharapkan melalui sosialisasi kurikulum SIT ini, masing-masing sekolah punya kemantapan hati dalam menerapkan konsep Sekolah Islam Terpadu,” ujar sosok yang sehari hari bekerja di Yayasan Ibnu Sina ini.

Workshop yang dilaksanakan Jumat-Sabtu 3-4 April ini, di ikuti oleh 180 peserta dari berbagai sekolah Islam Terpadu di Jabodetabek. Salah satu peserta dari Al Hikmah Citayam Depok berharap kegiatan workshop ini disertai dengan kegiatan lanjutan berupa pendampingan penerapan kurikulum SIT yang tepat.

“Kegiatan workshop ini sangat bermanfaat bagi sekolah dan para guru dalam meningkatkan kualitas sekolah, semoga berikutnya ada follow up untuk pendampingan implementasi di masing-masing sekolah,” ujarnya. (ars/eas)

Be the first to comment on "Terjadi Dualisme Kurikulum, JSIT Siap Jalankan Apapun Keputusan Pemerintah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*