Mantan Menkominfo Kritik Pemblokiran Situs

Tifatul copyBekasimedia – Terkait pemblokiran situs Islam yang saat ini sedang marak diperbincangkan media masa maupun sosial media, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring memberikan kritikannya melalui akun twitter @tifsembiring beberapa hari yang lalu (04/04).

Pemblokiran situs Islam yang direkomendasikan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dengan alasan radikal, menurutnya tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Tifatul memberikan masukan kepada BNPT tentang definisi dan ukuran radikal kepada ahlinya yaitu ulama MUI (Majelis Ulama Indonesia), juga pimpinan ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah untuk menghindari kesalahan persepsi.

“Selain ukuran radikal ini juga tidak jelas. Saya usul, agar BNPT bertanya kepada ahlinya yaitu ulama2: MUI, NU, Muhammadiyah dll. Monggo,” saran Tifatul melalui akun twitternya (04/04).

Masih menurut Tifatul, kenyataan yang terjadi sekarang situs Islam yang diblokir hanya mengandung konten berita, bukan radikalisme sebagaimana dituduhkan BNPT.

tif2

Akibat definisi dan dasar hukum yang tidak jelas tersebut, pemblokiran situs Islam banyak menuai protes dari masyarakat maupun redaktur situs berita yang bersangkutan.

Masyarakat menilai pemblokiran situs Islam sebagai tindakan sembrono, bahkan ada yang menyebutnya sebagai tindakan otoriter dari penguasa sekarang. (mk)

1 Comment on "Mantan Menkominfo Kritik Pemblokiran Situs"

  1. Emangnye mau dibuktiin dulu kalo disini ude ade nyang radikal.?

Leave a comment

Your email address will not be published.


*