Promosikan Pisau Dapur Di Twitter, Sneijder Minta Maaf

image

Bekasimedia – Mempromosikan suata produk yang berkaitan dengan keuangan klub adalah menjadi sebuah keharusan seorang pemain, mengingat kondisi ekonomi di seluruh dunia sekarang ini tidaklah stabil. Tetapi berbeda jika anda mempromosikan satu set pisau justru bersamaan dengan tragedi yang pernah terjadi dimana klub yang anda naungi terlibat di dalamnya.

Wesley Sneijder pagi waktu Turki menulis di dalam akun twitternya @sneijder101010, “satu set pisau Wesley Sneijder akan bisa di order pada tanggal via online di perusahaan belanda bernama Senvi,” tanpa disadari olehnya, ternyata pada tanggal yang sama sekitar 15 tahun yang lalu penggemar dari Leeds Kevin Speight dan Christopher Loftus terbunuh sebelum pertandingan leg pertama UEFA Cup antara Leeds United melawan Galatasaray SK di Taksim Square, Istanbul 5 April 2000.

Untuk menghormati itu semua, semenit jelang kick-off antara Leeds melawan Blackburn pada lanjutan Championship akan diadakan penghormatan untuk mereka berdua. Karena ketidaktahuan akan sejarah klub yang ia bela, hampir secara bersamaan Sneijder mempromosikan pisau tersebut.

Tak berapa lama Sneijder pun segera menghapus kicauannya setelah ia menyadari apa yang ia mempromosikan itu sangat menyinggung para penggemar Leeds. Lantas Sneijder membalas kicauan penggemar Leeds @Leeds1Ross yang berisi ” 15 tahun 2 penggemar Leeds pergi ke Istanbul dan tidak pernah kembali. RIP Chris & Kev. Pisau adalah untuk para pengecut,” tersadar, Sneijder segera berkicau kepadanya, “aku minta maaf, aku tidak tahu sama sekali dan saya hapus promosi tentang peralatan dapur ini. #Respect.”

Untungnya bagi pemain yang membawa Internazionale merengkuh tiga piala pada tahun 2010, Ia segera tersadar apa yang sudah dikicaukannya dan langsung meminta maaf, apa jadinya kalo ia tidak tahu dan tidak membaca kicauan tentang tragedi tersebut. (frb)

Be the first to comment on "Promosikan Pisau Dapur Di Twitter, Sneijder Minta Maaf"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*