World Autism Day: Ajak Masyarakat Dunia Peduli Autisme

AqtdtlkYN6ICIceIXTEdftMtannxv0PCRinLZePOfMH9

Bekasimedia – Tahun 2008, atas usulan Qatar, dengan wakilnya Nassir Abdelaziz Al-Nasir, aktivis pembela hak asasi individu penyandang cacat berhasil mengangkat autisme sebagai salah satu agenda tahunan PBB. Seperti dilansir dari laman Yayasan Autisma Indonesia, PBB dalam rapat umumnya tahun 2008, tepatnya tanggal 18 Desember mengeluarkan resolusi yang menetapkan tanggal 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia.

Di Bekasi sendiri, World Autism Day atau disebut juga World Autism Awareness Day diperingati dengan rangkaian acara dari seminar pendidikan, deklarasi hingga Fun Walk with Autism pada 5 April 2015 nanti.

Drg. Yahya Aria Santosa, salah satu pembimbing di YayasanTalenta Centre, pusat terapi dan lembaga pendidikan bagi penyandang autisme, hyperaktif, down syndrom dan anak-anak berkebutuhan khusus lainnya di Bekasi, menyatakan bahwa rangkaian kegiatan memperingati hari autisme sedunia di Bekasi adalah sebagai salah satu upaya mengampanyekan, memberitahu masyarakat luas untuk lebih mengenal tentang autisme. Agar angka kelahiran anak-anak dengan potensi autis tidak terus bertambah setiap tahunnya dan agar anak autis terhindar dari tindak bullying.

“karena autisme ini berkaitan juga dengan masalah pola makan, nutrisi hingga pola asuh, selain faktor genetik, lingkungan dan faktor lainnya,” ucap drg. Yahya saat ditemui Bekasimedia di Balai Patriot pada Minggu (29/03).

Terkait perhatian pemerintah, ia mengungkapkan bahwa sejauh ini pemerintah sangat mendukung. Terutama untuk masalah perizinan jika akan mengadakan acara-acara terkait kampanye autisme. Ia berharap kedepannya pemerintah tidak berhenti memberi dukungan atau bantuan-bantuan bentuk lainnya sehingga kebutuhan bagi anak-anak penyandang autisme atau anak berkebutuhan khusus lainnya dapat terpenuhi.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyambut baik acara tersebut, meski belum membentuk sekolah inklusif, Agus, M. Pd, perwakilan dari Dinas Pendidikan, menyatakan bahwa itu memang merupakan pekerjaan rumah Dinas Pendidikan. Agus juga menyatakan bahwa bisa saja ada guru-guru tertentu atau guru dengan jadwal mengajar yang kurang di sekolah-sekolah reguler  bisa dilatih secara intensif untuk menjadi guru pendamping anak-anak berkebutuhan khusus. Sehingga bisa ditempatkan sebagai guru pendamping di kelas khusus sekolah inklusif.

Selain dinas pendidikan, dinas kesehatan yang diwakili Dr. Tjatur Kusumo juga mendukung program terkait autisme dengan melakukan sosialisasi deteksi dini intervensi tumbuh kembang anak juga tentang persoalan nutrisi bagi anak autis.

Dukungan juga datang dari dinas sosial yang diwakili oleh Dr. Armita, MM, Ia menyatakan bahwa para penyandang autis adalah bagian dari masyarakat pada umumnya yang tidak boleh merasakan adanya diskriminasi di dalam kehidupan bernegara. Data yang valid terkait jumlah penyandang autisme akan memudahkan dinas sosial mencanangkan berbagai program bagi penyandang autis.

Sinergi antardinas ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kepedulian masyarakat akan keberadaan anak-anak autis, tidak hanya saat tanggal peringatannya tetapi juga berlaku di waktu-waktu seterusnya. (anr)

Be the first to comment on "World Autism Day: Ajak Masyarakat Dunia Peduli Autisme"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*