“Membaca” Harapan Masyarakat di Hari Penyiaran Nasional

Hari Penyiaran Nasional

Bekasimedia – Penyiaran Nasional memasuki usia ke 82 tahun ini. Hari Penyiaran Nasional diperingati setiap tanggal 1 April sejak tahun 1933.

Di usia yang boleh dikatakan matang dan dewasa tersebut masyarakat menaruh harapan banyak terhadap dunia penyiaran di tanah air, juga kepada KPI sebagai lembaga yang memantau dunia penyiaran di Indonesia selama ini.

Dalam dunia penyiaran nasional, masyarakat banyak menaruh harapan besar terutama perihal program acara televisi yang dirasakan semakin menurun kualitas tayangannya.

Sebagaimana pantauan Bekasimedia di akun twitter milik KPI Pusat @KPI_PUSAT pada Rabu (1/3), KPI, selain menyiarkan live tweet seputar puncak acara Harsiarnas di Makassar, akun KPI Pusat juga dipenuhi dengan tweet dari para netizen yang mengucapkan selamat sekaligus menuliskan kata-kata harapan mereka.

Seperti beberapa akun berikut ini, mereka berharap dunia penyiaran Indonesia semakin sehat, bermutu, berkualitas dan tidak sekadar mengejar rating.

Neny @Ernytrihas

@KPI_Pusat Selamat Hari Penyiaran Nasional “mari wujudkan penyiaran yg sehat dari program TV yg hanya sekadar mengejar rating”

Lia Anggraini @Saia_Lia  ·

@KPI_Pusat selamat hari penyiaran nasional, mari bantu kami masyarakat agar semakin cerdas menikmati penyiaran publik

IMIKI PPT UGM @imikiugm

Semoga permasalahan penyiaran di Indonesia segera terselesaikan. Migrasi TV Digital dan kualitas konten acara tv @KPI_Pusat @EraKomunikasi

Ipay @ppp_jakarta

@KPI_Pusat Selamat Hari Penyiaran Nasional, wujudkan penyiaran yg sehat dan bertanggungjawab bagi publik #saveAnakIndonesia

Bahkan ada seorang Kompasianer yang khusus menulis sebuah catatan refleksi pada Hari Penyiaran Nasional dan di-retweet oleh akun KPI, berikut tweet-nya:

Kompasiana @kompasiana

Refleksi Hari Penyiaran Nasional dari Sisi Kemajuan dan Kualitas http://kom.ps/AFrYcH

Semoga, harapan para netizen tersebut bisa mewakili semua kalangan di masyarakat sehingga bukan sekadar penghias ruang publik atau ruang pengaduan KPI semata, melainkan menjadi titik pijakan bagi KPI untuk segera merealisasikannya, melakukan segala upaya sehingga insan penyiaran, dunia pertelevisian khususnya bisa lebih memerhatikan konten acara yang hendak diluncurkan. Karena tidak sedikit juga orang yang menjadikan tayangan sebagai tuntunan hidup. (anr)

Be the first to comment on "“Membaca” Harapan Masyarakat di Hari Penyiaran Nasional"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*