Mengenal Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus

specne

Bekasimedia (30/03/15)- Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak-anak yang membutuhkan pendidikan layanan khusus. Di dunia pendidikan, dikenal adanya jenis bentuk layanan pendidikan. Ada Sekolah Luar Biasa, ada Sekolah Inklusif, ada juga Pendidikan Layanan Khusus.

Jika diurai satu-satu, Sekolah Luar Biasa merupakan satuan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Sekolah-sekolah tersebut antara lain: Sekolah khusus penyandang cacat (TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB dan SMKLB), Sekolah Khusus Cerdas Istimewa dan Sekolah Khusus Bakat Istimewa.

Sekolah Inklusif adalah sekolah biasa (reguler) penyelenggara pendidikan inklusif, yang mengakomodasi semua anak berkebutuhan khusus (yang mempunyai IQ normal) bagi: yang memiliki kelainan intelektual challenge, bakat istimewa dan kecerdasan istimewa, serta yang memerlukan layanan pendidikan khusus.

Sekolah inklusif adalah sekolah biasa yang terpilih melalui seleksi dan memiliki kesiapan baik kepala sekolah, guru, orangtua, peserta didik, tenaga administrasi dan lingkungan sekolah/masyarakat.

Pendidikan Layanan Khusus hadir bagi anak-anak di daerah terpencil atau pulau-pulau kecil di pelosok, anak-anak etnis minoritas, anak-anak jalanan, pekerja anak, anak-anak lapas/bapas dan anak-anak di pengungsian.

Bentuk-bentuk layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus ada dua yaitu Bentuk Layanan pendidikan Segregasi dan bentuk layanan pendidikan terpadu/integrasi.

Bentuk layanan segregasi menyelenggarakan sistem pendidikan khusus yang terpisah dari sistem pendidikan anak normal, contohnya SLB. Sementara bentuk layanan yang kedua adalah bentuk layanan pendidikan terpadu/integrasi. Bentuk layanan ini memungkinkan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada ABK untuk belajar bersama-sama dengan anak normal dalam satu atap. Jumlah ABK dalam satu kelas pada layanan ini maksimal 10 % dari jumlah siswa keseluruhan. Dalam sistem pendidikan ini ABK perlu didampingi oleh GPK (Guru Pembimbing Khusus) untuk kesulitan yang dialami ABK.

Bentuk keterpaduan dalam pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yaitu: bentuk kelas biasa, kelas biasa dengan ruang bimbingan khusus dan bentuk kelas khusus.

Bentuk kelas biasa, ABK belajar di kelas biasa secara penuh dengan menggunakan kurikulum biasa. Pendekatan, metode, cara penilaian yang digunakanpada kelas ini tidak berbeda dengan yang digunakan dalam sekolah umum. Beberapa mata pelajaran disesuaikan dengan ketunaan anak.

Bentuk kelas biasa dengan ruang bimbingan khusus, anak belajar di kelas biasa menggunakan kurikulum biasa serta mengikuti pelayanan khusus untuk mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diikuti oleh ABK dengan anak normal. Pelayanan khusus diberikan di ruang bimbingan khusus oleh guru pembimbing khusus dengan menggunakan pendekatan individu dan metode peragaan yang sesuai.

Bentuk kelas khusus adalah bentuk pendidikan bagi ABK dengan mengikuti kurikulum di SLB secara penuh di kelas khusus pada sekolah umum yang melaksanakan program pendidikan terpadu. Guru pembimbing khusus berfungsi sebagai pelaksana program di kelas khusus. Keterpaduan pada tingkat ini hanya bersifat fisik dan sosial. (*/anr)

Dirangkum dari Makalah Dinas Pendidikan yang berjudul Kebijakan dan Strategi dalam Pelayanan Pendidikan Khusus. Disampaikan pada Seminar Pendidikan dan Deklarasi Bekasi Peduli Autisme hari Minggu, 29 Maret 2015. Pembicara: Agus M, Pd.

Be the first to comment on "Mengenal Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*