MIUMI Bekasi Harap Kebijakan Polri Tidak Setengah Hati

wildan hasan praraker miumi jabar

Bekasimedia (30/03/15) – Koordinator MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) Bekasi sekaligus peneliti dibidang kajian MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bekasi, Wildan Hasan, berharap peraturan yang dikeluarkan Polri tentang penerapan jilbab pada lingkungan Polwan dan PNS Polri, bukan kebijakan setengah hati untuk meraih simpati umat Islam. “Tentu saja kebijakan ini patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian pemerintah atas hak kebebasan berekspresi dalam menjalankan agama,”  ujarnya kepada bekasimedia pada sabtu (28/03), di Bekasi.

Secara internal bagi para polwan penerapan jilbab ini sebagai tanda syukur, maka hendaklah mereka meningkatkan etos dan profesionalitas kerja sebagai abdi masyarakat. “Justru polwan berjilbab akan menjadi teladan yang baik untuk keluarga, tempat kerja dan di masyarakat. Saya yakin mereka tidak akan ekslusif. Mereka akan berbaur dengan rekan kerja dan masyarakat,” ujarnya.

Seperti yang sempat diberitakan bahwa Mabes Polri perbolehkan Polwan mengenakan jilbab di lingkungan Polri. Hal itu seperti yang tertuang dalam peraturan Kapolri Nomor: 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015 tentang perubahan atas sebagian surat keputusan Kapolri Nopol: SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 tentang penggunaan pakaian dinas di lingkungan Polri.

“Kita berterima kasih kepada institusi Polri yang telah mengeluarkan kebijakan ini. Itu menunjukkan Polri taat azas, berpihak kepada UUD 45 dan mengamalkan pesan Pancasila,” jelasnya mengapresiasi.

Lebih lanjut MIUMI Bekasi berharap kebijakan pemerintah (Polri) lainnya seperti menyikapi isu teroris lebih berpihak kepada umat Islam sebagai warga mayoritas di negeri ini. (yp)

Be the first to comment on "MIUMI Bekasi Harap Kebijakan Polri Tidak Setengah Hati"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*