BPJS Kesehatan Tidak Banyak Bantu Aisyah

Jpeg

Bekasimedia (26/03/15) РAisyah, bayi berusia 6 bulan yang menderita kebocoran pada selaput kornea belum sepenuhnya maksimal menerima bantuan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Hal ini diakui ibunya kepada Bekasimedia pada Selasa (24/03) di kontrakan petak  tempatnya tinggal di Kali Abang Bungur, Medan Satria, Bekasi.

“Kalau biaya obat sama pemeriksaan bisa pake BPJS, tapi kalau biaya tindakan operasi terus donor kornea, nggak ditanggung,” ujar Lili Aulia, ibunda dari Aisyah.

BPJS Kesehatan merupakan program dari Jaminan Kesehatan Nasional yang dimulai 1 Januari 2014. Seluruh masyarakat Indonesia wajib ikut JKN. Ada beberapa pelayanan yang tidak dijamin, diantaranya;  tidak sesuai prosedur, di tempat pelayanan kesehatan yang tidak dijamin BPJS, pelayanan kesehatan di luar negri, pelayanan untuk mendapatkan keturunan, perawatan kecantikan, akibat ketergantungan obat/alkohol dan pengobatan alternatif. Sementara Aisyah, menurut ibunya sudah sesuai prosedur, tapi mengapa untuk donor kornea dan operasi tidak dijamin.

Aisyah menderita kebocoran pada kornea mata kirinya sejak usia dua bulan. Aisyah merupakan anak ke-4 dari pasangan Lili dan Jumianto.

Ayah Aisyah, Jumianto sehari-hari bekerja sebagai pedagang asongan dan servis alat elektronik. Rata-rata pendapatan hariannya sebesar 35.000,- sampai 50.000,- rupiah. Itupun tidak menentu. Padahal menurut Lili untuk biaya donor kornea dan tindakan operasi Aisyah sendiri memerlukan biaya sebesar 18 juta rupiah.

“Harus berapa tahun lagi ngumpulin uang untuk operasi,” seru Lili bingung. Lili berharap ada donatur yang bisa membantu biaya tidakan dan donor kornea, agar penglihatan anaknya kembali jelas dan normal. (yp)

Be the first to comment on "BPJS Kesehatan Tidak Banyak Bantu Aisyah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*