Hari Tuberkulosis Sedunia: Wujudkan Indonesia Sehat, Tanpa TB

wtbday

Bekasimedia (24/03/15) – 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Peringatan World TB Day dicetuskan tanggal 24 Maret karena bertepatan dengan ditemukannya penyebab penyakit Tuberkulosis, Mycrobacterium Tuberculosis oleh seorang ilmuwan asal Jerman bernama Robert  Koch.Untuk mengenang jasa Robert Koch inilah, maka tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia.

Tuberkulosis dalam KBBI memunyai arti; tuberkulosis /tu·ber·ku·lo·sis/ tubérkulosis/ n Dok penyakit spesifik yang disebabkan oleh basil tuberkulosis yang menyerang paru-paru (batuk kering, batuk darah), tulang, dan sebagainya. — laten penyakit yang terjadi karena menghirup partikel udara yang mengandung basil tuberkulosis.

Di Indonesia, tema Hari Tuberkulosis Sedunia tahun ini adalah “Bebas TB, Indonesia Hebat dan Sehat”. Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia ini sebagai upaya menyadarkan masyarakat umum akan bahaya wabah tuberkulosis
serta melakukan usaha-usaha untuk mengurangi penyebaran wabah tuberkulosis.

Seperti dilansir dari laman Web World Health Organization (who.int), ada beberapa fakta terkait Tuberkulosis, dua diantaranya yaitu; Tuberkulosis merupakan penyakit mematikan kedua setelah HIV/Aids dan lebih dari 95% kematian akibat TB terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan itu adalah di antara 5 penyebab kematian bagi perempuan berusia 15-44.

Menurut Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan RI sekaligus Guru Besar Ilmu Penyakit Paru & Pernapasan, FKUI dalam pernyataannya di laman litbangdepkes.go.id. Ada lima alasan mengapa TB sulit sekali dihilangkan yaitu: Pertama, ada sepertiga penduduk dunia, lebih dari 2 milyar orang yang sudah pernah tertular kuman TB tapi tidak sakit, kuman nya “tidur” saja dalam tubuh orang itu. Kalau daya tahan tubuh orang itu turun maka sang kuman yang “tidur” akan bangkit dan menimbulkan sakit TB aktif.

Kedua, karena ada jutaan orang sakit TB aktif di dunia maka kemungkinan penularan di masyarakat terus saja terjadi.

Ketiga, waktu pengobatan yang harus 6 bulan terasa terlalu lama, sehingga cukup banyak yang berhenti sebelum tuntas , dan penyakitnya belum hilang.

Keempat, timbulnya masalah-masalah baru dalam penanggulangan TB, yang mempersulit eliminasi TB. Lima Masalah itu adalah MDR TB, TB HIV, TB DM, TB rokok dan TB pada Perempuan.

Kelima, kejadian tuberkulosis berhubungan dengan situasi sosio ekonomi. Sementara itu, harus diakui bahwa di dunia memang masih cukup banyak anggota masyarakat yang belum baik kondisi sosial ekonominya. (anr)

Be the first to comment on "Hari Tuberkulosis Sedunia: Wujudkan Indonesia Sehat, Tanpa TB"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*