Produk IT Security Indonesia Laku di Pasar Internasional

Bekasimedia (20/03/15) – Sang *whistleblower*, Snowden kembali mengingatkan dunia akan ancaman hacking  dan intersepsi di era digital pada sebuah konferensi di arena pameran IT terbesar dunia CeBIT, Hannover Jerman, Rabu (18/3), atau Kamis waktu Indonesia. Publik dunia diminta memperkuat enkripsi transmisi data dan komunikasi sebagai upaya perlindungan.

Produk IT Security Indonesia 2015

“Teknologi enkripsi merupakan satu-satunya cara untuk melindungi diri dari serangan hacking dan intersepsi atau penyadapan. Jika sistem pertahanan sistem informasi dan komunikasi kita lemah, maka tinggal tunggu waktu saja data kita dicuri pihak yang tak bertanggung jawab,” tandas Agung S Bakti, President Director PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK), perusahaan IT security spesialisasi teknologi enkripsi dan antisadap, di Paviliun Indonesia Cebit 2015, Hannover Jerman, Jumat (20/3). ICK bersama 11 perusahaan lainnya memamerkan berbagai produk dan servis IT indonesia di pameran teknologi paling bergengsi tersebut.

Difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian, KJRI Hamburg, Kedubes Belgia, IASI dan asosiasi Indoglobit,  delegasi Indonesia berpartisipasi di CeBIT dan juga forum bisnis dengan mitra global di Hamburg, Eindhoven, Brussel dan Helsinki. Turut serta dalam kegiatan tersebut PT ICK, Qwords, Fusi, Abyor, Suitmedia, BTP, Sangkuriang, Mikro elektronika ITB, Gulfware, Bataviasoft, Zenius, dan Solusi247.

Agung menjelaskan, dengan teknologi enkripsi maka data informasi dan komunikasi diproses dengan algoritma tertentu sehingga tidak terbaca oleh pihak yang tidak mempunyai otorisasi. Sehingga hanya pihak sah yang
berkepentingan lah yang mempunyai kunci untuk membacanya.

“Dengan enkripsi maka segala data atau komunikasi yang ditransimsikan akan terlindungi. Bisa diintersepsi tapi tidak bisa dibaca,” jelasnya.

Adapun teknologi enkripsi yang dipakai adalah AES 256 yang sudah dimodifikasi oleh para  putera bangsa. Dengan standar algoritma enkripsi militer internasional tertinggi saat ini, produk PT ICK diyakininya dapat berkompetisi di dunia Internasional.

“Alhamdulillah, selama pameran ini kami sudah mendapatkan bussiness agreement dengan sejumlah perusahaan mancanegara. Diantaranya dari Eropa Barat, Eropa Timur dan Timur Tengah. Ini membuktikan bahwa produk IT Indonesia berkualitas tinggi dan terpercaya,” kata Agung.

Di tempat yang sama *Marketing Director* PT ICK Dahniar Paramitha, menambahkan, rata-rata pengunjung pameran tertarik singgah berasal dari korporasi dan pemerintahan. Mereka menyadari pentingnya enkripsi untuk melindungi data dan transmisi.

“Bisnis sekuriti menjadi trend saat ini di dunia internasional. Dimulai sejak Snowden mengungkap ancaman terhadap privasi masyarakat dua tahun lalu,” terang pria kelahiran Cepu ini.

ICK, lanjut Dahniar, menawarkan solusi sekuriti untuk seluruh platform komunikasi. Baik melalui produk perlindungan komunikasi dan data via SMS, GSM, telpon kabel, sinyal radio, fiber optik, mau pun satelit. Selain itu dipasarkan pula servis sekuriti antara lain vulnerable scanner, and analysis, information protection,  consulting, source code auditing, dan secure network development.  (/eas)

Caption foto: *Research and Development Director *PT ICK Sujoko (kanan) menjelaskan teknologi enkripsi kepada calon konsumen dari Eropa Barat

Be the first to comment on "Produk IT Security Indonesia Laku di Pasar Internasional"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*