Komunikasi dengan Modalitas Anak

Kang-Iman

Bekasimedia (13/03/15) – Pada tulisan tentang “Kenali Gaya Belajar Anakmu”, pernah dibahas mengenai memahami dan mengenali gaya anak belajar.  Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak anak bermain puzzle. Ketika mulai bermain puzzle, anak visual akan mengamati gambar jadinya, auditori akan melihat aturan permainan, sementara kinestetik akan langsung bermain saja.

Istilah yang merangkum Visual, Auditory dan Kinestetik, yaitu “Modalitas”. Seorang manusia mempunyai kemampuan menyerap informasi dari luar dirinya menggunakan modalitasnya. Seperti contoh seorang anak yang memiliki tipe “Visual”, ketika mengingat suatu pengalaman, yang muncul adalah gambaran, bayangan, bentuk, ukuran dan sebagainya.

Pada seorang anak yang bertipe “Auditory” ketika mengingat suatu pengalaman, yang muncul adalah suara yang keras, tempo suara yang cepat dan sebagainya. Pada seorang anak yang bertipe “Kinestetik”, ketika mengingat suatu pengalaman yang muncul adalah perasaan yang ringan atau berat, sentuhan halus atau kasar, tekanan yang kuat atau lemah dan sebagainya.

Dengan modalitas anak seperti yang disebutkan diatas, ini juga dapat mempermudah orang tua menentukan cara komunikasi yang baik kepada anak. Jadi yang dipentingkan dalam hal berkomunikasi dengan anak disini adalah teknis penyampaian komunikasi nya, bukan isi dari komunikasinya. Apabila orang tua tepat memberikan komunikasi sesuai dengan modalitas anaknya, maka akan mudah sekali informasi itu menyerap dalam pikirannya. Sebetulnya ini merupakan strategi komunikasi , jangan sampai cara berkomunikasinya tidak tepat.

Jadi orang tua memperhatikan atau mencermati gaya bahasa yang dipakai si anak pada saat berkomunikasi. Dan orang tua menggunakan gaya bahasa yang sama dengan si anak. Seperti contoh, ketika orang tua sedang berjalan-jalan di tepi pantai bersama anaknya;

Anak yang bertipe visual :

Ayah, pemandangannya bagus yah, langitnya biru, membuat suasananya cerah,” ujar Anto. “Tampaknya kamu senang melihat pemandangannya yah ?” tanya Ayah.

Anak yang bertipe auditory :

“Ayah, suara ombaknya seperti bersahut-sahutan, membuat suasananya ceria,” ujar Anto. Tampaknya kamu suka mendengar suara ombaknya yah ?” tanya Ayah.

Anak yang bertipe Kinestetik :

“Ayah, nyaman rasanya berjalan di atas pasirnya, ingin berlari-lari rasanya,” ujar Anto. “Tampaknya kamu nyaman saat pasir itu menyentuh kaki  yah ?” tanya Ayah.

Gunakan gaya bahasa anak pada saat berkomunikasi dengan anak, bukan gaya bahasa orang tua, selamat  mencoba.

Kang Iman – Praktisi Terapi/Konsultan
Keluarga dari Bandung
“Save 1 Family Save 1 Generation”

Be the first to comment on "Komunikasi dengan Modalitas Anak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*