Kasus Begal Motor Resahkan Warga Bekasi

ilustrasi-begal-motor

Bekasimedia (08/03/15) – Kasus begal motor makin meresahkan warga Bekasi. Berbagai tanggapan dari warga muncul ke permukaan.

Fairuz Ahmad, seorang da’i yang tinggal di kelurahan Bintara Bekasi Barat, menjelaskan bahwa dalam sebulan terakhir ini, di daerah dekat rumahnya sudah 3 kali kasus begal motor. Semua pelakunya bawa pistol, bahkan ada 1 korban meninggal.

Sartijo, warga kelurahan Jakasampurna yang puluhan tahun bekerja sebagai sopir sangat menyayangkan kinerja aparat yang masih lambat. “Harusnya sudah ada operasi gabungan. Turunkan semua aparat polisi dan tentara. Ini masyarakat udah serba resah. Mana anak saya kerjanya kena shift semua,” ujar Sartijo yang kini sudah pensiun.

Puspa, warga Jakasampurna yang biasa bekerja di luar kota dan memakai jasa bis DAMRI menuju bandara Soekarno-Hatta kini jadi tidak berani lagi menggunakan kendaraan itu.

“Biasanya saya ke bandara jam 4 sebelum shubuh, ngejar penerbangan jam 7. Dari rumah diantar suami naik motor ke terminal bis di Kayuringin. Sekarang gak berani lagi karena banyak berita begal,” ujar Puspa.

Sabtu kemarin (07/03), Acam Mulyadi, seorang warga kelurahan Bintara Jaya Bekasi Barat tewas ditembak pencuri yang mencoba mencuri sepeda motor di rumahnya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. (eas)

Be the first to comment on "Kasus Begal Motor Resahkan Warga Bekasi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*