Menteri ESDM, Sudirman Said Berkabung, Adiknya Meninggal karena Jantung

Bekasimedia (06/03/15) – Pagi ini di Brebes Jawa Tengah, Menteri ESDM, Sudirman Said melakukan ziarah ke makam adik perempuannya, Emy Indrawati yang meninggal Kamis kemarin (5/3) di Jakarta karena sakit jantung.


esdm

Ditemani sahabat dekatnya dan beberapa keluarga, Sudirman mendoakan di depan pusara almarhumah Emy.

Selepas melayat dalam suasana duka, beberapa warga desa Slatri termasuk pamong dan aparat desa meminta berfoto bersama sang menteri. Untuk menghormati sekaligus menandakan betapa cintanya dengan lingkungan sekitar, permintaan berfoto di iyakan oleh Sudirman.

Sementara disela-sela sesi foto, terdapat pengajar sekolah kejuruan (SMK Farma Husada) yang meminta Menteri ESDM berkunjung ke sekolah yang tak jauh dari rumah keluarga besarnya. Di sekolah itu, Sudirman memberikan wejangan kepada siswa dan dewan guru sekaligus kemudian berfoto untuk kalender sekolah.

Menurut Nuridin Alim, salah satu adik Sudirman yang lain, Menteri ESDM akan berada di Desa Slatri hingga nanti malam untuk tahlil mendoakan almarhumah Emy. “Mas Dirman sampai nanti malam di Slatri ikut bertahlil mendoakan almarhumah mbak Emy, selepas itu kembali ke Jakarta,” kata Nuridin.

Untuk diketahui, almarhumah Emy (47 thn) yang di makamkan di Pemakaman Umum, Desa Slatri, Kecamatan Laranga, Brebes meninggalkan suami beserta sepasang putra dan putri, Fauzan dan Riska. (*/eas)

1 Comment on "Menteri ESDM, Sudirman Said Berkabung, Adiknya Meninggal karena Jantung"

  1. Ibu Tarnyu, Yu Tantri, Mas Dirman, Sartono, dan Emi. Nama-nama yang masih sangat kental dalam ingatan saya. Nama saya Maryanto, asli dari Desa Tegalglagah, Kec. Bulakamba, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Tahun 1988 saya tinggal dengan Mas Dirman di sebuah rumah kontrakan di Gang Pucung Condet Jakarta Timur. Ketika itu saya tingkat III dan Mas Dirman tingkat IV STAN, kampus di Purnawarman Jakarta Selatan. Tinggal juga di rumah kontrakan itu Sartono, adik kandung Mas Dirman yang masih duduk di bangku SMA. Kadang Ibunda datang dan tinggal beberapa waktu di Condet, karena di Brebes masih ada Emi (yang saya tahu adalah bungsu). Pernah suatu ketika Bu Tarnyu berseloroh: “Mar, kamu sama si Emi ajah ya.” Ketika itu saya tidak menolak, tidak juga mengiyakan. Karena secara langsung saya belum pernah jumpa dengan Emi. Kini Emi sudah dipanggil Allah SWT, semoga amal ibadahnya diterima Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan lahir bathin…Aamiiin yaa robbal ‘alamiin.
    Ini adalah sepenggal cerita masa lalu saya dan Mas Dirman.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*