Ahok Batal Hadir, Dinas Pendidikan DKI Apresiasi Dialog Kebudayaan FLP

Bekasimedia (04/03/15) – Tahun ini, organisasi penulis terbesar di Indonesia, Forum Lingkar Pena (FLP) genap berusia 18 tahun. Menyambut Milad ke 18, serangkaian kegiatan bertema literasi dihelat.

IMG_6410

Bertempat di Gedung Kebangkitan Nasional dulu STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen (bahasa Indonesia: Sekolah Pendidikan Dokter Hindia), Minggu (01/03) diselenggarakan Dialog Kebudayaan, dengan tema “Sastra Kritis Untuk Perubahan”. Agenda ini rencananya akan dibuka oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, namun batal hadir  karena ada agenda lain. Walaupun begitu, kegiatan ini tetap meriah dengan dihadiri oleh  sastrawan-sastrawan Nasional seperti, Taufik Ismail, Maman S. Mahayana, Sinta Yudisia, Intan Savitri, M. Irfan Hidayatullah, Pipiet Senja.

Menurut ketua FLP Wilayaha Jakarta Raya, Sudiyanto, tujuan diselenggarakan kegiatan yang  mengambil tema “Sastra Kritis untuk Perubahan”, ini adalah upaya mengembalikan peran sastra sebagai media perubahan sosial, dan dapat mengubah opini publik.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syamsu Arifin  mengatakan kegiatan dialog kebudayaan sangat penting bagi kita, sebagai bangsa sebagai masyarakat. Oleh sebab itu Dinas Pendidikan DKI Jakarta sangat mendukung kegiatan ini, terutama untuk sekolah-sekolah.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Prof. Endang Caturwati, beberapa perwakilan Sekolah di Jakarta, masyarakat umum dan anggota Forum Lingkar Pena itu sendiri. (i)

Be the first to comment on "Ahok Batal Hadir, Dinas Pendidikan DKI Apresiasi Dialog Kebudayaan FLP"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*