Gerakan Ayo Membaca Indonesia Himbau Anak Indonesia Cintai Buku

Bekasimedia (03/03/15) – Dunia literasi semakin berkembang setiap tahunnya. Berbicara literasi tentu berbicara juga tentang buku.

Indonesia Membaca

Di Indonesia, buku-buku baru terus bertambah setiap harinya. Penulis-penulis cilik juga terus bermunculan. Akan tetapi, ternyata minat baca anak-anak Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara-negara lain.

Minat baca anak Indonesia yang masih rendah itulah salah satu alasan didirikannya Gerakan Ayo Membaca Indonesia. Meskipun gerakan ini baru akan di-launching pada tanggal 4 maret 2015 mendatang di panggung Islamic Book Fair, namun beberapa rencana sudah disiapkan Gerakan Ayo Membaca Indonesia ini.

Seperti yang dituturkan oleh Tio Nugroho, Koordinator Event Gerakan Ayo Membaca Indonesia saat ditemui Bekasimedia di booth nya di area Kidznesia Islamic Book Fair, bahwa dunia gadget yang kini lebih diminati anak Indonesia ketimbang buku cetak menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya minat baca buku anak Indonesia.

Selain itu, banyak buku yang juga belum ramah anak. Seperti komik yang berkonten dewasa serta buku-buku bacaan lainnya yang sebetulnya ditujukan untuk dewasa namun nyatanya disukai anak-anak.

“Kalau televisi, kan, sudah jelas acaranya ditujukkan untuk siapa. Karena sudah ada petunjuk seperti R, R-BO, SU,  nah, kami juga berharap agar itu bisa dibuat juga untuk buku,” harap Tio. Oleh karena itu, beberapa rencana tengah dipersiapkan Gerakan Ayo Membaca Indonesia setelah diresmikan nanti di antaranya; Festival Ayo Membaca yang akan diadakan di Bandung dan Bukittinggi, Festival Anak Membaca di Istana Negara bersama Ibu Negara, serta Pelayaran Bahari dari Aceh hingga Papua untuk menggaungkan gema literasi terutama kepada anak-anak di pelosok-pelosok.

Gerakan Ayo Membaca Indonesia ini didukung juga oleh Menteri Pendidikan. “Bahkan Pak Anies Baswedan terus bertanya kepada kami kapan program kami ini akan dimulai,” tutur Tio.

Gerakan ini beranggotakan 25 orang ditambah tokoh-tokoh seperti sastrawan Taufik Ismail, ada Sastri dari Badan Bahasa, serta tokoh lainnya yang peduli dengan gerakan membaca anak Indonesia.

Rencana lain yang tengah dipersiapkan oleh Gerakan ini, seperti dituturkan Tio kemudian, yakni pembuatan Buku Digital Kreatif yang khusus berisi naskah-naskah arsip sejarah Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mengabadikan arsip sejarah bangsa agar tidak cepat rusak dan bahkan hilang. (anr)

Be the first to comment on "Gerakan Ayo Membaca Indonesia Himbau Anak Indonesia Cintai Buku"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*