JAMKES WATCH: Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Bekasimedia (27/02/15) – Kendati telah menerima suntikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp5 triliun pada tahun ini, pihak BPJS Kesehatan dianggap akan melakukan hal aneh dengan berencana untuk menaikkan iuran bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan pekerja bukan penerima upah (PBPU) dalam waktu dekat.

1272015125255

Hal ini disampaikan oleh Iswan Abdullah, aktivis buruh yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Jamkes Watch di Jakarta dalam rilisnya kepada Bekasimedia pada Kamis (26/02).

Iswan pun menilai alasan BPJS Kesehatan yang memprediksi rasio klaim mencapai 98,25% dari target total iuran Rp. 55 triliun pada tahun ini adalah tidak masuk akal. Belum lagi, iuran bagi PBI bakal naik menjadi Rp27.500, dan non-PBI naik hingga Rp 60.000.

“Ini aneh dan tidak masuk akal, jelas kami akan menolak kenaikan tarif iuran tersebut,” tegasnya.

“Kenaikan tarif itu tidak benar, kami tegas menolak usulan dari DJSN dan BPJS Kesehatan tersebut,” Pungkas Iswan. (*/eas)

Be the first to comment on "JAMKES WATCH: Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*