Suami Istri Beda Pandang Pola Asuh Anak, Ini Kuncinya

Suatu malam, pasangan suami istri sedang berdiskusi, membahas tentang anak sulung mereka,

“Pokoknya anak kita harus dapat ranking di sekolah,” ujar Suami. “Gak perlu, yang penting anak kita senang pergi ke sekolah, punya banyak teman,” jawab Istri

“Ngga bisa gitu dong. Nilai rapor anak kita harus bagus. Harus ranking 1. Dia harus banyak belajar, kalau perlu kita leskan,” Suami menanggapi. “Kalau nanti dia stres gimana? Dia kan masih SD. Biarkan dia banyak bermain dengan teman-temannya,” seru Istri.

“Kamu itu ya. Pokoknya soal ranking ga bisa ditawar-tawar lagi,” suami mulai bicara dengan nada tinggi.

Diskusi ini berujung jadi debat kusir. Suami dan istrinya sama-sama tidak mau mengalah. Akhirnya mereka tidur sambil bertengkar. Suasana rumah tangga malam itu penuh amarah.

Perbedaan pemahaman antara suami dan istri itu pasti terjadi. Cerita di atas hanyalah satu kisah suami istri yang pernah melakukan terapi keluarga dengan saya. Tiap suami istri pasti pernah mengalami perbedaan pendapat.

Pasangan suami dan istri berasal dari keluarga yang berbeda. Tiap keluarga memiliki pola pengasuhan yang berbeda pula. Di dalam satu keluarga, tiap orang akan mengambil keputusan yang berbeda pula tentang pola pengasuhan yang menurutnya terbaik.

Akan ada orang yang meniru pola pengasuhan yang dilakukan oleh orang tuanya. Ada pula orang yang melakukan pola pengasuhan anak yang berlawanan dengan yang dilakukan orang tuanya.  Melihat semua faktor ini, tidak mengherankan jika pasangan suami istri punya pemikiran pola asuh yang berbeda. Yang satu memanjakan. Pasangannya mengeraskan. Ada yang mementingkan waktu bermain anak. Pasangannya mengutamakan prestasi di sekolah. Wajar sebenarnya adanya perbedaan pola asuh ini. Ini yang membuat pasangan suami istri menjadi saling melengkapi. Yang perlu diperhatikan adalah, jangan sampai perbedaan ini menimbulkan konflik yang membuat anak bingung dan stres. Di sini pentingnya manajemen keluarga.

Sebagai suami istri, perbedaan ini dapat dikelola dengan mencari irisan pola asuh antara kedua pihak. Walau berbeda pemikiran dalam satu hal, pasti ada hal-hal yang bisa disepakati bersama.

Suami dan istri pasti punya pola asuh yang disetujui keduanya. Inilah irisan yang perlu dicari. Irisan bisa dicari dengan komunikasi antara suami dengan istri.

Diskusi yang sehat antara pasangan perlu dibangun sejak dini. Jangan ada yang merasa pendapatnya paling benar. Keduanya perlu merasa ingin memahami pendapat pasangannya. Jika ada perbedaan, yakinlah bahwa pasangan Anda punya niat yang pasti baik. Dengan bekal ini, pasangan suami istri bisa membentuk pola asuh yang paling sesuai untuk keluarganya sekaligus mengasuh anaknya dengan lebih kompak.

 

Kang Iman – Praktisi Terapi/Konsultan Keluarga dari Bandung

“Save 1 Family Save 1 Generation”

1 Comment on "Suami Istri Beda Pandang Pola Asuh Anak, Ini Kuncinya"

  1. Saya setuju Kang. Sukses Kang dalam menebar benih kebaikan.

    Saya justru dengan pasangan, saya jadikan konsultan saya. karena Menjadi seorang pemimpin keluarga nggak boleh kaku kaku amat, ngak boleh lembek lembek amat. Sukses ya kang

Leave a comment

Your email address will not be published.


*