Pasar "Becek" Pondok Gede Akhirnya Dibubarkan

Bekasimedia (15/02/15) – Puluhan lapak pedagang Pasar Pondok hampir rata dengan tanah. Pasar yang dijuluki “Pasar Becek” ini sehari-hari biasanya ramai dan menjadi pemicu kemacetan di jalan raya Pondok Gede.

20150214_120030

Sejak pukul tujuh pagi, penertiban pedagang pasar yang dipimpin langsung oleh Raden Roro Yoewati, Camat Pondok Melati berlangsung lancar.

Penertiban ini dilakukan karena keberadaan pasar yang masuk ke wilayah kecamatan Pondok Melati, di jalan raya Pondok Gede ini dirasa mengganggu ketertiban dan keindahan, juga mengakibatkan banyaknya timbunan sampah hingga mengotori saluran air dan sungai yang terletak tak jauh dari lokasi pasar.

“Kami sudah melakukan sosialisasi. Kami sudah mendatangi satu persatu pedagang, kami juga sudah menyebarkan surat edaran juga pengumuman. Semuanya sudah. Dan penertiban hari ini berjalan lancar,” ungkap Roro kepada Bekasimedia setelah selesai memimpin penertiban.

20150214_114200

Mengenai tujuan penertiban ini sendiri, Roro menegaskan bahwa ini dilakukan demi terciptanya kebersihan dan ketertiban. Mengingat tumpukan sampah yang terlihat menggunung juga mengganggu keindahan. Selain itu juga mengotori sungai.

Selain menertibkan pasar, Linmas setempat juga bergotong royong mengangkat tumpukan sampah dari sungai.

Pada penertiban ini, pemerintah kecamatan Pondok Melati mengerahkan beberapa personel Satpol PP, kepolisian Sektor, hingga melibatkan kepala dinas, UPTD serta RT dan RW. Juga kepala tim Adipura.

“Para pedagang rencananya akan kami pindahkan ke APG (Atrium Pondok Gede) lantai satu,” ucap Roro kemudian saat ditanya mengenai lokasi pemindahan para pedagang pasar.

Meskipun penertiban berjalan lancar tanpa ada keributan, namun beberapa pedagang masih terlihat berjualan di area pasar yang sudah hampir rata dengan tanah.

“Damai. Nggak ada ribut-ribut. Kita cuma suruh pindah aja. Cuma ya kita udah enak dagang disini. Orang juga gampang belinya. Kalau pindah ke Atrium sana padahal dagangannya cuma segini ya agak susah juga. Belum lagi harus bayarin yang angkut. Orang pengen beli beginian aja harus jauh-jauh ke Atrium sana. Kalau di sini kita cuma bayar uang sampah aja dua ribu,” tutur salah satu pedagang bumbu yang enggan menyebutkan namanya kepada
Bekasimedia.

Meski sedikit keberatan untuk pindah lokasi, para pedagang mengaku sudah menerima pemberitahuan dan pengumuman terkait penertiban.

“Yang penting bagaimana pedagang melayani konsumen. Jika pelayanan baik. Maka di mana pun pedagang itu akan dicari,” pungkas Roro.(Anr)

1 Comment on "Pasar "Becek" Pondok Gede Akhirnya Dibubarkan"

  1. Alah cma orng yg bodoh yg gk prnah bisa lihat pedagang” kecil.. Dri kecamatan pondok melati pun tidak ada tanggung jawab nya sama sekali, bisa cma ngubrak ngabrik pedagang kecil saja .. Seandainya tuh camat merasakan hdup miskin pasti dia pun akan merasakan betapa benci nya sma penertiban itu .. Gua sebagai pedagang tdk setuju atas tindakan konyol itu .. Inget pasti lu jga bakal rasakan hidup susah .. Ya mudah”n saja kalian di laknata oleh allah swt..

Leave a comment

Your email address will not be published.


*