Bakmi Kedai Bahagia: Kebahagiaan dalam Semangkok Mie

114201562931

Bekasimedia (14/02/15) – Berbagai olahan mie memang banyak digemari hampir segala usia. Tua, muda, tampaknya tidak pernah bosan dengan jenis makanan ini. Ada mie kuah, mie goreng, kwe tiaw dan berbagai olahan mie lainnya.

Meskipun sekarang ini banyak mie kemasan instan berbagai rasa beredar di pasaran, namun warung, outlet atau kedai yang menyediakan olahan mie rupanya masih tetap digandrungi.

Bakmi Kedai Bahagia yang terletak di jalan Angkatan Laut no. 1 A, Jatimakmur, Pondok Gede ini adalah salah satu kedai yang menawarkan berbagai olahan menu mie bihun, cumi, ayam, sapi, nasi, cap cay dan menu bernuansa oriental seperti I Fu Mie dan Fu Yung Hay.

Bakmi, jenis mie yang diperkenalkan oleh para pedagang Cina ini memang sudah populer di Indonesia sejak lama. Bakmi biasanya dibuat dari tepung terigu. Lain halnya dengan kwe tiaw yang terbuat dari tepung beras.

“Kalau kita beli Kwe Tiaw, sehari itu kita harus habis. Nggak bisa buat besok lagi,” ungkap Surati (36), pemilik usaha kepada Bekasimedia pada Jumat (13/02) di Jalan Raya AL Nomor 1 A, Jatimakmur, Pondok Gede.

Salah satu menu yang terpampang di daftar menu ” Bakmi” adalah adalah mie goreng spesial. Yaitu olahan mie yang digoreng dengan orak arik telur, bakso, potongan daging ayam, hati ayam serta sayuran.

Ditambah dengan satu telur mata sapi di atasnya. Satu porsi mie goreng spesial seharga Rp. 18.000,- ini dijamin membuat perut anda kenyang.

Rasa mie yang digoreng bersama kecap dan bumbu khusus, akan membuat anda teringat terus rasanya bahkan hanya saat mengingat namanya. Kelezatan rasanya sudah pasti akan membuat anda tersenyum.

Saat ditanya mengenai pemilihan nama tempat tersebut, Surati mengakui tidak tahu mengapa dinamakan Kedai Bahagia, karena yang tahu adalah kakaknya, yang membuka usaha Bakmi pertama kali.

“Saya paling terakhir, sih buka usahanya. Saudara yang lain udah lebih lama buka. Nggak tahu juga, sih apa artinya. Itu kakak saya yang tahu. Mungkin biar bisa bikin orang bahagia. Kali,” ucap Surati seraya tersenyum.

Dibuka sejak tujuh tahun yang lalu, Bakmi Kedai Bahagia sempat mengalami dua kali perpindahan tempat.

“Awalnya nyewa, delapan juta pertahun, sebelum pindah ke rumah sendiri. Sekarang sudah pindah ke rumah sendiri,” lanjut Surati.

Mengenai omset, Surati menuturkan jika penghasilannya tidak tentu. Bagaimana kondisi pelanggannya saja.

“Ya nggak tentu kalau dagang, ya. Tapi, kalau nggak jualan, ya, biaya anak-anak sekolah gimana?” ibu tiga anak ini menyatakan bahwa penghasilan keluarganya sehari-hari ditopang oleh hasil berjualan di Bakmi Kedai Bahagia bersama suaminya, Endro Sutopo.

Tiga anaknya sendiri masih berstatus pelajar. Anak pertama dan kedua laki-laki, duduk di bangku SMA, serta anak ketiga, perempuan bersekolah di SMP. (anr)

Be the first to comment on "Bakmi Kedai Bahagia: Kebahagiaan dalam Semangkok Mie"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*