Pemkot Surabaya & Depok: Valentin Bukan Budaya Bangsa

valentiBekasimedia (13/02/15) – Dinas Pendidikan Daerah (DISDIK) Surabaya dan Depok hampir secara bersamaan menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada para Kepala Sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas sederajat (SMA/SMK) terkait perayaan Valentine Day.

 

Surat edaran Pemkot Depok tertanggal 13/02/2015 No 425/789-Set.Umum ditanda tangani Kepala Dinas Pendidikan Herry Pansila, M.Sc, sedangkan untuk Pemkot Surabaya tertuang dalam surat edaran tanggal 12/02/2015 No 421/1121/436.6.4/2015 yang ditanda tangani Kepala Dinas Dr.Ikhsan, S.Psi, MM.

Dalam isi surat edaran Dinas Pendidikan Depok maupun Surabaya, keduanya memberikan himbauan agar tidak melakukan kegiatan perayaan hari kasih sayang atau lebih dikenal dengan Valentine Day dan menghimbau agar para orang tua mengambil peran aktif mengontrol aktifitas anak-anaknya.

Pelarangan tersebut untuk mengantisipasi adanya tindakan yang merusak moral para siswa terutama yang berkaitan dengan aktifitas seks bebas, dalam merayakan hari Valentine atau hari kasih sayang.

Kedua pimpinan daerah setidaknya telah melakukan itikad baik untuk menjaga generasi muda agar tidak terjerumus kedalam pergaulan yang kurang baik dan berperan aktif menjaga budaya bangsa dan norma sosial.

Sebelumnya pelarangan tersebut juga telah dilakukan oleh walikota padang, makasar, dan Aceh. (mk)

tumblr_njp7ifxRtQ1r8y2qqo4_1280

Be the first to comment on "Pemkot Surabaya & Depok: Valentin Bukan Budaya Bangsa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*