Budayawan Bekasi: Valentine Bukan Budaya Timur

Bekasimedia (13/02/15) -Walikota Bekasi, melalui surat edaran dengan tanda tangan Wakilnya Ahmad Syaikhu, melarang siswa rayakan Hari Kasih Sayang. Surat yang ditujukan ke Kepala Sekolah SMP dan SMA atau SMK Kota Bekasi, ini dikarenakan kegiatan perayaan tersebut tidak sesuai dengan karakter dan nilai cerminan budaya bangsa.

Hari kasih sayang atau biasa dikenal Valentine Day merupakan perayaan mengungkapkan kasih sayang yang biasanya dilakukan oleh anak-anak muda. Hidangan coklat dan bungan turut menghiasi perayaan tersebut.

Perayaan yang diambil dari budaya barat ini rupanya dinilai pemeritah tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
Abdul-Khoir-Bekasimedia
Abdul Khoir, Budayawan asal Bekasi mengakui bahwa Hari Kasih sayang memang tidak cocok dengan karakter bangsa  Indonesia. “Indonesia ini kan wilayah timur. Kultur kita sebenarnya kultur timur. Kita sering menyebutnya orang timur. Orang timur itu berbeda dengan orang barat. Kita harus mempertahankan nilai-nilai ketimuran kita yang lebih dekat dengan nilai agama,” Ujar pria yang menjabat sebagai Sekjen Bhagasasi ini.

Selain Kota Bekasi sebelumnya pemerintah kota Aceh, Padang, Surabaya, Makasar, dan Depok lebih dulu melarang perayaan hari kasih sayang. (yp)

Be the first to comment on "Budayawan Bekasi: Valentine Bukan Budaya Timur"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*