Kiat Menulis Cerita Anak ala Anandieva Amanda

Bekasimedia (11/02/15) – Menulis cerita anak kelihatannya mudah. Tapi beberapa penulis yang biasa menulis cerita untuk remaja dan dewasa, saat ditantang menulis cerita anak ternyata merasa bahwa menulis cerita anak itu susah-susah gampang.

Lain halnya dengan remaja berusia 15 tahun, bernama Aniendieva Amanda. Lahir dan besar bersama cerpen anak, Manda mengaku lebih enjoy menulis cerita anak.

Bekasimedia menyambangi Manda di kediamannya pada Sabtu (07/02), Saat ditanya mengenai kiat-kiat menulis cerita anak, Manda menyampaikan beberapa tips, yaitu:

1. Santai, jangan merasa terbebani dengan cerita.
2. Polos. Bahasa anak-anak memang terbuka, apa adanya, tidak dibuat berat
seperti novel dewasa.
3. Jangan bawa perasaan. Enjoy saja.
4. Anggap saja lagi main games. Dibuat seru saja. Mau kalah, mau menang, tidak terlalu dipikirkan. Kalau kalah, ya coba lagi.

20150208_173423

Saat ditanya mengenai cara membagi waktu antara sekolah dengan menulis, Manda mengatakan bahwa pada awalnya ia tidak mendisiplinkan diri dalam menulis. Kalau sedang semangat, kadang-kadang PR-nya juga lupa dikerjakan.

Tapi sekarang, ia menargetkan minimal satu hari ia harus menulis satu paragraf. Kalau bisa satu halaman.

“Kalau lagi di angkot dapat ide, ya langsung ambil handphone. Ngetik di handphone. Nanti dimana ada ide lagi, ketik lagi. Nah, diberesinnya nanti,” aku Manda dengan semangat.

Meskipun senang menulis cerita anak, bacaan Manda ternyata beragam. Dan Manda mengaku lebih suka membaca novel-novel detektif dan fantasi karya penulis luar. Ia juga suka membaca novel.

Di sela-sela percakapan, Manda juga mengungkapkan pendapatnya tentang beredarnya buku-buku untuk anak dan remaja yang isinya malah menyesatkan.

“Mereka terlalu asyik nulisnya, kali, sampai lupa tujuan nulis, tuh, untuk apa,” sesal Manda.

Manda sendiri mengaku punya batasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibacanya. Ia bertekad untuk tetap menulis terutama cerita anak karena menurutnya, ia akan merasa aneh kalau tidak menulis.

“Pengennya nulis terus sampai nenek-nenek. Kakek-kakek, Karena karya itulah bukti keberadaan kita,” pungkas Manda. (anr)

Be the first to comment on "Kiat Menulis Cerita Anak ala Anandieva Amanda"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*