Sejarawan Berbicara Untuk Wartawan

Bekasimedia (10/02/15) – Ada beberapa pesan dari Ali Anwar, Sejarawan asal Bekasi, sekaligus wartawan yang pernah bekerja di grup *Tempo *menyambut hari jadi PWI pada tanggal 9 Februari kemarin. Bang Ali berpesan agar teman – teman wartawan memandang pemerintah sebagai mitra, bukan sebagai penekan.

Ali Anwar 2

“Saya mendengar ada laporan-laporan dari kepala dinas, baik dari kota maupun dari kabupaten yang udah merasa nggak nyaman di ruangannya. Karena sebentar-sebentar saat pejabat setempat lagi tugas dia harus ketemu dengan
wartawan,” Ujar Bang Ali.

Alur mendapatkan informasinya adalah jika ada teman-teman wartawan tidak bisa konfirmasi ke pejabat setempat, wartawan bisa menanyakan ke bagian kominfo. “Ini ada pertanyaan soal ini, jawabannya kominfo catat lalu dia sampaikan kepada wartawan itu. Sehingga suara kominfo atau humas ini sama dengan suara kepala dinas, kecuali memang ada wawancara khusus,” lanjut Bang Ali menjelaskan.

Ali Anwar menjelaskan, di kota Bekasi ini jumlah wartawan banyak. Dan pejabat setempat tidak mungkin menemuinya satu per satu. Berilah kesempatan kepada pejabat setempat untuk bekerja. Wartawan harus tetap punya etika. Tunggulah di ruang tamu saat datang ke kantor pejabat.

Wartawan adalah salah satu elemen penting dalam proses pembangunan. Karena ia yang menjadi penyambung lidah ke masyarakat mengenai perkembangan saat ini. Maka dari itu Bang Ali berpesan kepada Pemerintah daerah untuk tidak menghalangi wartawan dalam mendapatkan akses informasi.

“Bang Pepen harus memberikan ruang terbuka pada wartawan. Ruang terbuka itu harus memaksimalkan bagian kominfo,” Pesannya sekaligus menutup perbincangan dengan bekasimedia. (yp)

Be the first to comment on "Sejarawan Berbicara Untuk Wartawan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*