Komunitas Menulis: Bukan Peramai Kesendirian

komunitasmnulisManusia adalah individu yang tetap memerlukan kehadiran sesamanya. Sebagai makhluk sosial. Seorang manusia tetap perlu berkumpul dengan manusia lainnya untuk berbagai tujuan.

Komunitas adalah salah satu wadah manusia berkumpul. Menurut KBBI, *komunitas /ko·mu·ni·tas/*adalah kata benda yang berarti kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di daerah tertentu; masyarakat; paguyuban;

Oleh karena itu komunitas biasanya berisi orang-orang yang punya *passion* di bidang yang sama. Contohnya, komunitas menulis.

Pada dasarnya menulis adalah pekerjaan pribadi. Meskipun manusia berada dalam sebuah komunitas, bukan berarti segala tulisan selalu dikerjakan berbarengan di satu waktu, tetap ada waktu sendiri bagi para pegiat komunitas untuk menulis di waktu-waktu tertentu, sendiri.

“Ketika seseorang menulis, atau menjadi penulis, dia harus siap menjadi kesepian. Seseorang yang bekerja sendirian,” tutur Fatih Zam, seorang penulis yang juga aktif mengasuh beberapa komunitas literasi di Jawa Barat dan Banten.

Semangat menggebu saat hadir dalam setiap perkumpulan dengan anggota komunitas lainnya memang sebuah momen yang sangat mengasyikan. Karena dari hal tersebut, motivasi menulis akan muncul. Sebisa mungkin semangat itu terus terbawa bahkan saat ia sedang berada di luar komunitas.

Intinya, komunitas, apa pun itu namanya, baik komunitas menulis maupun komunitas lainnya, memiliki fungsi sebagai penguat. Agar mereka yang memiliki *passion *di bidang yang sama bisa semakin semangat berkarya karena satu sama lain saling memotivasi dan mengingatkan.

Maka tak heran jika para remaja beramai-ramai mengikuti komunitas tertentu. Semua tentu berharap itu adalah komunitas yang positif. Tentu saja, karena remaja biasanya memerlukan tempat untuk berbagi cerita dan gagasan, sekaligus teman ngobrol yang sepaham dengannya.

Oleh karena itu, Fatih Zam kembali menegaskan, “komunitas berfungsi sebagai penguat. Bukan peramai kesendirian, karena ketika menulis, kesendirian itu teramat sakral. Komunitas itu pengingat, meski kita bekerja sendirian dan kesepian, hakikatnya kita tidak pernah sendirian. Komunitas menjelaskan, bahwa jalan kesendirian itu tidak ditempuh secara sendirian.”. (Anr)

2 Comments on "Komunitas Menulis: Bukan Peramai Kesendirian"

  1. mau dooong nulis buu!

  2. keep write n smile 😀

Leave a comment

Your email address will not be published.


*