Mang Marta, Penjual Emas Berhati Emas

Bekasimedia (03/02/15) – Masih di Jalan Juanda Bekasi Timur, tak jauh dari Mang Ikin si Tukang sol sepatu mangkal, ada seorang bapak tua yang membuka lapak jual beli emas. Ia biasa dipanggil Mang Marta.

IMG-20150202-WA0009

“Hari ini belum ada penglaris,” ujar Mang Marta membuka percakapan dengan bekasimedia.

“Saya sih sabar saja, rezeki moal leupat panto,” lanjut Mang Marta yang berarti rejeki tidak akan salah pintu.

Mang Marta mulai berbisnis emas dan membuka lapak sederhana di Jl Ir H Juanda ini sejak tahun 1993, sejak harga emas Rp 23.000 per gram. Bapak berusia 60 tahun ini mempunyai 6 orang anak dan 5 orang cucu. Anaknya yang
nomor 4 sudah menjadi sarjana. Anak yang lain hanya sampai SMA saja.

Rejeki memang tidak salah pintu, Mang Marta yang hanya jual beli emas di emperan toko bisa menyekolahkan anak ke Perguruan Tinggi.

Mang Marta ini membuka lapak jual beli emasnya di depan sebuah toko mas. Ketika orang yang mau jual emas ke toko ditolak, maka larinya ke Mang Marta ini. Setelah terkumpul 20 gr, kurang lebih 4-5 hari baru dilebur kembali
menjadi bahan dan dijual ke toko emas.

Ada yang menarik dari Mang Marta ini, terutama semangat hidupnya. Ia berkata, badan boleh tua, tapi hati harus tetap muda. Sederhana namun perlu kesabaran, terkadang tidak mulus perjalanan hidup namun kesabaran adalah kunci. (di/eas)

Be the first to comment on "Mang Marta, Penjual Emas Berhati Emas"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*