Ternyata Ada Warisan Bung Karno Di Pulau Bangka

Di Kabupaten Bangka Barat Propinsi Bangka Belitung ada sebuah bukit bernama Bukit Menumbing. Di bukit itu ada rumah yang pernah menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa ini. Wisma Menumbing nama rumah itu, tempat presiden pertama RI, Soekarno pernah diasingkan Belanda. Mulai akhir Desember 1948
sampai pertengahan tahun 1949.

Tidak ada gunung yang tinggi di Muntok bahkan di Bangka. Begitu kata orang-orang Muntok, saat saya tanya apakah ada gunung di sekitar sini. Yang disebut gunung adalah bukit-bukit. Begitu pun dengan gunung Menumbing. Ada istilah, Anda belum disebut pernah ke Muntok atau bahkan ke Bangka, kalau belum naik ke puncak Menumbing.

Dengan menumpangi mobil, kami memasuki kampung-kampung kecil dan jalan menuju bukit yang semakin lama semakin sempit. Jalanan cukup terjal, licin dan berbatu, dikelilingi pohon-pohon dan ranting-ranting yang menghalangi jalan. Banyak batu-batu besar di sisi kiri dan kanan.

DSC01906

Untungnya perjalanan dilakukan siang hari, sore sedikit saja pasti sudah gelap sebab sinar matahari banyak yang terhalang oleh pohon-pohon.Tidak ada kendaraan umum menuju kesini. Jika kita mau kesini, kita bisa menggunakan mobil atau motor sewaan di penginapan. Perjalanan memakan waktu kira-kira 20-30 menit. Tidak semua mobil bisa masuk ke jalan ini, apalagi mobil-mobil
kecil. Makin ke atas, jalannya semakin sulit. Tanah berbatu yang terjal.
Setelah melewati medan yang sulit, akhirnya saya bisa sampai di puncak bukit, menjumpai Wisma Menumbing. Saksi bisu perjuangan Bung Karno selama diasingkan di pulau Bangka.

Desain rumah ini cukup unik dan megah untuk ukuran zaman itu. Besar dan luas. Saat melangkahkan kaki kedalamnya, saya menjumpai replika aula kecil yang biasa digunakan rapat. Ada mobil FORD kuno warna hitam dengan plat BN 1 yang biasa membawa Bung Karno. Ada pula ruangan kecil yang diisi dengan
pernak-pernik sejarah perjuangan Bung Karno saat diasingkan. Mulai dari kliping-kliping koran, ada koin-koin kuno, dan replika kamar istirahat dengan kursi kayu dan tempat tidur kuno. Beberapa barang peninggalan Bung Karno yang lain juga disimpan disini.

Disini juga ada prasasti bertuliskan kata-kata yang pernah diucapkan Bung Hatta.

DSC01796

 

Kenang-kenang Menumbing Dibawah sinar gemerlap, terang tjuatja Kenang-kenang membawa kemenangan Bangka, Djogjakarta, Djakarta Hidup Pantjasila, Bhinneka Tunggal Ika

17 Agustus 1951
Drs Moh. Hatta

Di tempat ini memang bukan Bung Karno saja yang diasingkan, tetapi juga tokoh lainnya seperti Bung Hatta, Agus Salim, M Roem, Ali Sastroamijoyo, Komodor Udara Suryadarma, serta Mr AG Pringgodigdo.

Setelah puas menikmati lantai satu lalu saya naik ke lantai dua. Ada teras yang dipagari batu-batu. Dari atas teras tersebut, sejauh mata memandang, hamparan pantai mengelilingi kota Muntok. Pohon-pohon yang mengelilingi wisma Menumbing membuat suasana asri dan sejuk. Oya, di Muntok, udara tidak terlalu panas, namun cahaya matahari sangat terang dan terasa kering.

Berbeda saat saya berada di puncak Menumbing, udara terasa dingin, ditambah dengan semilir angin. (Eas)

Be the first to comment on "Ternyata Ada Warisan Bung Karno Di Pulau Bangka"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*