Coffeeisme, Rasa Baru dalam Jazz dan Rock

Di sebuah kafe steak bergaya naturalis kontemporer, Senin malam 26 Januari 2015, perjumpaan kami pertama kali dengan Fredi dan Galih, pemuda-pemuda energik para awak Band Coffeeisme yang berdarah Rock dengan lantunan Jazz.

Coffeeisme berdiri di tahun 2013. Didirikan oleh beberapa musisi yang sebelumnya sudah memiliki jam terbang di dunia indie label.

coffeeisme

Richard sebelumnya pernah bermain di band Metal Bumbklaat, Stompkin, Rattamahatta, Aneh Bin Ajaib, Rafflessia, The Roots Of Madinah. Sejak akhir tahun 1990-an sudah eksis di underground terutama di kota Bekasi.

Happy Tiara Ilham merupakan sahabat Richard sejak sekolah di SMAN 3 Bekasi. Gitaris profesional dari sebuah sekolah musik terkemuka di Indonesia. Pernah bergabung dengan Mass Guerilla, Orkes Rock hingga akhir bersama
Richard mendirikan Coffeeisme.

Fredi adalah vokalis kedua Coffeeisme, dikenal sebagai vokalis berkarakter Jazz yang menerapkan pola vokal jazz ke dalam musik rock ala Coffeeisme. Bergabung dengan Coffeeisme karena ikatan persahabatan dengan Richard yang sama-sama memiliki usaha kedai kopi di Bekasi.

Ivan sebelumnya bergabung dengan Theater Band. Merupakan drummer profesional yang sering menjadi additional drum beberapa band.

Coffeeisme hadir sebagai wadah untuk bersenang-senang. Tempat menyalurkan kreatifitas bermusik di arena-arena yang positif.

Untuk jam session, Coffeeisme sudah memulai jam session antar personel sejak awal tahun 2013. Namun baru resmi berdiri pada Desember 2013. Kini band ini sudah menelurkan album pertama berjudul Terapi Lucifer.

Ide awal Coffeeisme justru hadir dari Galih. Sahabat yang kini menjadi manajer di band ini. Galih mengumpulkan Richard, Happy, Ivan dan Fredi dan menyatukan mereka dalam band yang terinspirasi dari filosofi kopi. (Rian/RY)

Be the first to comment on "Coffeeisme, Rasa Baru dalam Jazz dan Rock"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*