Tsunami Aceh, Pembawa Gelombang Citizen Journalism Di Indonesia

Rabu, 29/12/2004 hampir seluruh warga Indonesia dikejutkan oleh tayangan video amatir yang disiarkan oleh METROTV. Sebuah musibah besar telah terjadi di tanah Rencong – Aceh, gempa dahsyat dilanjutkan dengan Tsunami  hebat, membaCutPutriStunaminjiri  dan meluluh lantahkan kota Serambi Mekkah ini.

Video amatir hasil bidikan Cut Putri berhasil meraih rating tertinggi
pemberitaan Televisi di Indonesia. METROTV sebagai pengemban amanat berita, mengemas dan menayangkanya selama 3 hari berturut-turut secara berulang-ulang.

Keponakan Kepala Humas Polda NAD, Kombes Sayyed Husein ini, Minggu 26 Desember 2004 berada di lokasi kejadian, video hasil rekamannya  menggambarkan Tsunami yang dahsyat, berdurasi 3 menit lebih (versi METROTV) juga memenuhi Headline News Dunia.

Cut Putri adalah salah satu pelopor perkembangan Citizen Journalism – atau Jurnalime Warga di Indonesia. Terbukti berita yang dibuat oleh Jurnalis Profesional dapat dikalahkan oleh berita langsung dari warga.

Menurut informasi yang di kutip dari wikipedia.org, pada tahun 2008 muncul situs berita yang berbasis jurnalisme masyarakat yang pertama di Indonesia, yaitu Swaberita.  Situs berita ini berbeda dengan situs berita lainnya seperti detik.com dan Kompas.com yang menggunakan jurnalis profesional.

Wide Shot – Metro TV dan NET 10 – NET TV adalah dua wadah pemberitaan di media televisi untuk menampung gelombang Citizen Journalism di Indonesia saat ini.

Guna memberikan edukasi tentang pentingnya Citizen Journalism di Indonesia itulah,  bekasimedia.com bekerjasama dengan Pemkot Bekasi akan mengadakan workshop Citizen Journalism, Sabtu 21 Maret 2015, di gedung Balai Patriot –Kantor Walikota Bekasi. (RY)

Be the first to comment on "Tsunami Aceh, Pembawa Gelombang Citizen Journalism Di Indonesia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*