Odong-Odong; Upaya Melestarikan Lagu Anak-Anak

image

Tukang odong-odong kerjanya mengayuh
Sambil putar musik yang enak didengar
kalau ngantuk odongpun brenti berputar
anak-anak pun mulai jadi tak sabar..
” (Odong-odong; Adel)

Lagu ciptaan Kak Nunuk tersebut merupakan satu dari sekian banyak lagu anak-anak yang asyik didengarkan selagi naik odong-odong. Selain easy listening, lagu tersebut juga mudah dihafal karena kata-katanya mudah dipahami anak-anak.

Odong-odong itu semacam kendaraan serupa becak namun dimodifikasi. Dikayuh pedalnya sehingga kursi yang diduduki anak-anak akan bergerak maju, naik turun dan mundur perlahan seiring kayuhan pedal. Tak dapat dimungkiri, bahwa odong-odong menjadi ciri khas sarana hiburan anak-anak Indonesia yang unik.

Kini, lagu anak-anak sangat jarang terdengar di televisi. Yang ada malah anak-anak menyanyikan lagu orang dewasa yang dikemas dalam berbagai kontes idola. Selain di sekolah-sekolah, pelajaran seni budaya yang di dalamnya menyertakan lagu anak-anak sebagai tambahan materi, odong-odong bisa dikatakan juga turut andil melestarikan lagu anak-anak. Pengayuh odong-odong biasanya berkeliling kampung atau komplek perumahan untuk mencari anak-anak
yang ingin naik.

Selain membuat karakter-karakter lucu untuk kreasi di setiap kursinya, hal lain yang bisa menarik perhatian anak-anak adalah diputarnya musik. Sebagai contoh, lagu Tik tik tik Bunyi Hujan, Layang-layang danย  Paman Datang. Tiga lagu tersebut seolah tak lekang digerus masa dan lagunya masih enak didengar, sehingga anak-anak masih banyak yang hafal.

Jika anak-anak zaman sekarang lebihย  banyak yang akrab dengan game di gadget, lebih senang menyanyikan lagu boyband atau girlband dan lebih senang hiburan mahal ke mall-mall, odong-odong dengan prinsipnya, memutarkan lagu anak-anak tampaknya bisa menjadi pilihan orang tua untuk memperkenalkan sentuhan seni kepada anak.

Jika kereta mini yang biasa keliling kampung lebih senang mengolaborasikan lagu anak-anak dengan dangdut koplo atau dangdut masa kini yang menjadi konsumsi orang dewasa, odong-odong tampaknya tetap masih ramah anak dengan memilih lagu anak-anak untuk meramaikan suasana. Odong-odong juga lebih ramah lingkungan karena tak mengeluarkan gas buang layaknya kendaraan bermotor.

Pertanyaannya, masih eksiskah odong-odong saat ini, atau mulai terkalahkan kereta mini yang bermesin sepeda motor ?

Selamat memilihkan hiburan terbaik untuk anak. (anr)

10 Comments on "Odong-Odong; Upaya Melestarikan Lagu Anak-Anak"

  1. semoga odong-odongpun tidak terkontaminasi dengan tren goyang gombal yang semakin mengglobal

  2. yupp semoga ya mba… tp udah jarang juga liat odong-odong skrg…

  3. odong-odong tergilas game gadget!

  4. Anak anak sekarang mah sibuk dengan ‘sakitnya tuh disini’ ๐Ÿ˜€

  5. Sipppp, bangkitkan permainan anak, yang benar anak-anak!

  6. odong odong semakin ompong? ๐Ÿ˜€

  7. Anak sekarang sudah brkurang kesempatan bermainnya

  8. #save our children! ๐Ÿ™‚

  9. brilian, ditengah hiruk pikuknya anak2 jaman sekarang terhadap gadget ini merupakan solusi cerdas yang harus dipertahankan dan dilestarikan, perlu juga adanya turun tangan dari pemerintah terkait. jaya terus odong odong !, jalesveva jayamahe

Leave a comment

Your email address will not be published.


*