Inilah 6 Mitos Seputar Hujan

image

Bekasimedia – Selasa (13/1/15), Sebagian wilayah di Bekasi dari malam hingga pagi hari ini diguyur hujan lebat. Saat turun hujan seperti sekarang ini, selain banyak yang harus menjadi bahan pertimbangan dan antisipasi saat memutuskan untuk melakukan kegiatan, ternyata terselip juga beragam mitos seputar turunnya hujan.

1. Hujan dan Singa

Di daerah Banten, mitos masyarakatnya, jika cuaca mendadak panas dan matahari tetap terik, padahal hujan sedang deras-derasnya, maka itu pertanda singa sedang melahirkan. Masyarakat Banten, terutama di daerah-daerah, sering menyebutkan hal ini saat hujan, “Hujan ngajuru maung” artinya hujan tersebut adalah pertanda singa sedang melahirkan.

3. Hujan Pengantin

Pesisir utara antara Karawang Bekasi, sebagian masyarakatnya percaya, calon pengantin wanita tidak boleh mandi saat hendak didandani. Soalnya biasanya akan turun hujan dan hujan tentunya akan sedikit menghambat acara pernikahan.

4. Pawang Hujan

Agar hujan tidak turun, masyarakat tradisional dan modern yang masih memercayai kepercayaan leluhur biasanya menyewa jasa pawang hujan. Selama acara, atau sebelum acara, seorang pawang hujan bertugas mengadakan ritual-ritual tertentu agar hujan tidak turun hari itu.

4. Hujan, Pelangi, dan Bidadari

setelah hujan biasanya pelangi muncul. Meski tidak setiap turun hujan, kemunculan pelangi di langit selalu menjadi pemandangan menakjubkan terutama bagi anak kecil. Mereka percaya bahwa pelangi adalah jembatan para peri dan bidadari turun ke bumi dari khayangan.

5. Jangan Meneriaki Anak yang Hujan-hujanan

Hujan deras tidak selalu menjadi salah satu faktor kemalasan beraktivitas seseorang. Hujan deras kadang-kadang malah begitu dinanti anak-anak karena mereka bisa main sambil bermandi hujan. Konon, jika orangtua meneriaki anak-anak agar tidak hujan-hujanan lantaran takut sakit, tetapi anaknya tetap main hujan-hujanan, maka anaknya akan benar-benar sakit. Tetapi jika orangtua membiarkan, maka anaknya akan sehat-sehat saja.

6. Hujan, Petir, dan Kemurkaan Tuhan

Sering kali, cuaca yang tadinya panas, berubah gelap seketika lalu gelegar halilintar menghantam bumi. Tidak lama, hujan pun turun dengan deras. Beberapa orang sering menyebut kilatan petir dan gemuruh itu pertanda bahwa Tuhan sedang marah atau menegur umat manusia.

Demikian lah beberapa mitos yang berkembang saat hujan. Apa pun mitos yang berkembang saat hujan turun, musim hujan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bumi tropis Indonesia. Meskipun penjelasan ilmiahnya sudah sering dibeberkan, tetapi beberapa kelompok masyarakat rupanya memang belum bisa lepas dari mitos-mitos tersebut. (anr)

Be the first to comment on "Inilah 6 Mitos Seputar Hujan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*